Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekonomi Sirkular, Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Tambah
Minggu, 12 Okt 2025, 08:18 WIBJAKARTA - BUMN PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan ekonomi sirkular melalui konsep inovasi waste to value yang mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan konsep waste to value di Program Kampung Pangan Berseri dapat mengubah limbah menjadi sumber manfaat baru, seperti sampah organik yang diolah menjadi pupuk hingga, pemanfaatan air hujan.
âLewat inovasi Waste to Value di Kampung Pangan Berseri, kami ingin membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat,â ujar Roberth.
Konsep Waste to Value itu dijalankan dalam Program Kampung Pangan Berseri oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan di Kampung Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Salah satu inovasi Waste to Value adalah adalah Enzymatic Microorganism Oil Catcher (EMO) atau teknologi berbasis bakteri Bacillus amyloliquefaciens yang bisa mengurai limbah minyak dan lemak.
Dengan begitu, air limbah menjadi jauh lebih jernih dengan tingkat kekeruhan yang turun dari 3,75 NTU ke 1,7 NTU dengan penurunan kadar bakteri. Selain lebih sehat, teknologi ini juga menghemat biaya perawatan pengolahan limbah hingga Rp16 juta setiap enam bulan.
Selain limbah cair, sampah organik juga diolah menjadi pupuk Ecomix dengan pengolahan 1,2 ton sampah organik setiap tahun. Hasil pengolahan sampah organik itu adalah pupuk yang digunakan untuk hidroponik dan pertanian pekarangan, sekaligus menekan biaya pupuk hingga Rp1,38 juta per tahun.
Masyarakat juga, menurut Roberth, dapat memanfaatkan air hujan melalui sistem Rainwater Harvesting yang mampu menghemat biaya air sampai Rp340 juta per tahun.
"Program ini berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca di mana berkurang 115,97 ton COâeq (ekuivalen karbon dioksida) per tahun, ada penyerapan karbon hingga 16,35 ton COâeq, dan omzet produk pertanian warga melonjak hingga Rp108,8 juta per tahun," ujarnya.
Menurut Pertamina Patra Niaga, program waste to value juga membuka peluang bagi lansia, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan masyarakat prasejahtera untuk ikut berkarya lewat kegiatan urban farming dan pengelolaan lingkungan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Gubernur Jateng Cek Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Sragen dan Surakarta
-
Normalisasi Waduk Pusong
-
Arus Balik Aman: BPH Migas Pastikan Stok BBM Cukup, Masyarakat Jangan Panic Buying
-
Warga Malalak Sumbar Mulai Beradaptasi Setelah Huni Huntara Tiga Minggu
-
Disdik DKI Buka Pendataan KJMU, Mahasiswa Diminta Segera Verifikasi Data Hingga April
-
Mudik Lebaran, Satpol PP DKI Siagakan 1.790 Personel Jaga Keamanan
-
Para Nelayan Kecil Harus Benar-benar Dilindungi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.