Menhub dan Gubernur Jabar Teken MoU, Fokus Reaktivasi Jalur KA dan Bandara Kertajati

Sabtu, 11 Okt 2025, 07:31 WIB

Nota kesepahaman (MoU) soal pengembangan transportasi Jawa Barat (Jabar) yang ditandatangani Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, di Bandung Jumat (10/10), menjadi langkah strategis untuk fokus mempercepat reaktivasi jalur kereta api (KA) dan optimalisasi Bandara (BIJB) Kertajati.

Dalam nota kesepakatan tersebut, reaktivasi jalur kereta menjadi prioritas utama, dengan Jalur Padalarang-Cicalengka akan direaktivasi dan dielektrifikasi guna mendukung operasional transportasi ramah lingkungan. Sementara itu, jalur Cianjur-Sukabumi-Bogor juga akan difungsikan kembali.

Ket. Foto: Menhub Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, di Gedung Pakuan Bandung. — Sumber: Antara Foto

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun sistem transportasi yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Menhub Dudy selepas penandatanganan MoU, di Gedung Pakuan Bandung.

Dudy menargetkan proyek reaktivasi dapat diselesaikan paling lambat awal 2027. Ia optimistis penguatan konektivitas antardaerah akan meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Jabar.

Selain sektor perkeretaapian, Kementerian Perhubungan juga mendorong optimalisasi Bandar Udara Internasional Kertajati (BIJB) Kertajati sebagai pusat keberangkatan haji dan umrah.

Dalam dialog bersama pelaku usaha travel se-Jabar, Dudy menegaskan pentingnya kolaborasi agar pergerakan penerbangan di Bandara Kertajati lebih terjadwal dan berkelanjutan.

"Dengan dukungan semua pihak, Bandara Kertajati diharapkan menjadi pintu gerbang utama masyarakat Jawa Barat menuju Tanah Suci," ujarnya.

Dudy mengungkapkan harapannya agar kolaborasi lintas sektor ini tidak berhenti pada seremoni semata.

"Semoga pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi sesuatu yang fenomenal," ujarnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk mendukung penuh pengembangan sistem transportasi ini.

Ia menekankan pentingnya konektivitas antarmoda sebagai tulang punggung pengembangan sektor industri, pertanian, dan pariwisata di wilayahnya.

"Jika jalur transportasi darat dan udara kita terintegrasi, maka pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan bergerak lebih cepat," kata Dedi.

Acara penandatanganan turut dihadiri Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, perwakilan PT KAI, BUMN, BUMD, serta sejumlah bupati dan wali kota se-Jabar.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.