Tekanan Eksternal Masih Terasa, 10 Oktober 2025

Jumat, 10 Okt 2025, 09:05 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak fluktua­tif menjelang akhir pekan, seiring dinamika kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang terus menjadi perhatian pasar. Tekanan dari faktor eksternal masih terasa, namun sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar diharapkan mampu menahan pelemahan berlebih. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat perge­rakan rupiah akan dipengaruhi dengan langkah BI melan­jutkan sinergi bersama pemerintah memperkuat ketahan­an eksternal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Ke depan, lanjutnya, BI optimistis ketahanan sektor eksternal tetap kuat sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Untuk itu, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (10/10), bergerak fluktuasi di kisaran 16.560-16.600 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (9/10) sore, menguat sebe­sar 5 poin atau 0,03 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.568 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva menga­takan penguatan rupiah dipengaruhi rencana pemerintah memindahkan sebagian dana Anggaran Pendapatan Be­lanja Negara (APBN) ke bank-bank daerah. “Katalis positif datang dari rencana pemerintah memindahkan sebagian dana APBN ke bank-bank daerah untuk memperkuat li­kuiditas dan mendukung pembiayaan ekonomi regional,” ucapnya di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.