Ratcliffe Beri Amorim Waktu Tiga Tahun untuk Buktikan Diri di Manchester United

Jumat, 10 Okt 2025, 08:45 WIB

LONDON, INGGRIS - Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, menegaskan bahwa pelatih Ruben Amorim akan diberikan waktu tiga tahun untuk membuktikan kemampuannya di Old Trafford. Ratcliffe menolak mengambil keputusan tergesa-gesa di tengah tekanan besar terhadap pelatih asal Portugal tersebut.

Amorim terus menjadi sorotan sejak awal musim setelah MU kembali tampil tidak konsisten. Mantan pelatih Sporting Lisbon itu, yang ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada bulan November 2024, sempat mengakui dirinya hampir mundur ketika tim berada di periode terburuk musim lalu.

Ket. Foto: Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. — Sumber: AFP

MU menutup musim 2024-25 di posisi ke-15 klasemen Liga Inggris,peringkat terburuk mereka sejak musim 1973-74,dan gagal meraih tiket Liga Champions setelah kalah dari Tottenham di final Liga Europa. Musim ini pun belum banyak berubah; MU menempati peringkat ke-10 dengan tiga kekalahan dari tujuh laga awal liga, ditambah tersingkir memalukan dari Piala Liga oleh klub divisi empat, Grimsby Town.

Meski sempat menang atas Sunderland sebelum jeda internasional, spekulasi mengenai masa depan Amorim tetap mencuat. Namun Ratcliffe menegaskan bahwa pelatih berusia 40 tahun itu masih akan mendapat kepercayaan penuh.

“Dia memang belum menjalani musim terbaiknya. Tapi Ruben perlu menunjukkan bahwa ia adalah pelatih hebat dalam tiga tahun. Itu cara saya melihatnya,” ujar Ratcliffe dalam podcast The Business yang diproduksi oleh The Times dan The Sunday Times.

“Media sering kali tidak sabar. Mereka ingin semuanya instan, seolah-olah hanya perlu menekan saklar dan semuanya langsung berjalan sempurna. Anda tidak bisa menjalankan klub sebesar Manchester United dengan keputusan reaktif hanya karena opini jurnalis,” tegasnya.

Ratcliffe, yang resmi memiliki hampir 30 persen saham MU sejak Februari 2024, kini mengendalikan operasi sepak bola klub, sementara keluarga Glazer tetap menjadi pemilik mayoritas. Meskipun hubungan dengan fan kerap menegang sejak 2005, Ratcliffe menyebut para Glazer mendukung penuh arah barunya.

“Mereka senang saya yang mengurus urusan sepak bola. Itu sudah menggambarkan banyak hal. Kami orang lokal, sedangkan mereka di seberang Atlantik. Sulit mengelola klub sebesar Manchester United dari jauh,” ujarnya. “Mereka sering dikritik, tapi mereka orang-orang baik dan benar-benar peduli pada klub ini.”

Selain tekanan di lapangan, Ratcliffe juga menghadapi kritik tajam karena kebijakan efisiensi yang membuat sekitar 450 karyawan diberhentikan dan sejumlah fasilitas internal, termasuk subsidi makan siang staf, dihapus.

“Biaya operasional terlalu tinggi. Ada banyak orang hebat di Manchester United, tapi juga terlalu banyak mediokritas, terlalu gemuk secara struktur,” ujarnya. “Saya dikritik karena menghapus makan siang gratis, tapi saya tidak pernah dapat makan siang gratis dalam hidup saya.”

Menurutnya, langkah-langkah penghematan itu penting demi membangun pondasi keuangan yang sehat. “Korelasi terbesar antara hasil dan faktor eksternal adalah profitabilitas. Semakin banyak uang yang Anda miliki, semakin baik skuad yang bisa dibangun. Tahun pertama ini kami fokus menempatkan klub pada posisi yang berkelanjutan dan stabil.”

Dengan dukungan penuh dari Ratcliffe, Amorim kini dituntut untuk membalikkan keadaan di musim keduanya,dimulai dari ujian berat melawan Liverpool usai jeda internasional. Bagi Manchester United, kesabaran tampaknya menjadi strategi baru di tengah ambisi membangun era kebangkitan yang sesungguhnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.