- Home
-
- Luar Negeri
-
- Laszlo Krasznahorkai dari ...
Laszlo Krasznahorkai dari Hongaria Raih Anugerah Nobel Sastra
Jumat, 10 Okt 2025, 01:00 WIBSTOCKHOLM - Hadiah Nobel Sastra pada Kamis (9/10) dianugerahkan kepada Laszlo Krasznahorkai, yang dianggap oleh banyak orang sebagai penulis Hongaria paling penting yang masih hidup dan karyanya mengeksplorasi tema-tema distopia postmodern dan melankolis.
"Akademi Swedia menghormati atas karyanya yang memikat dan visioner, yang di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni," kata panitia Nobel.
"Krasznahorkai adalah seorang penulis epik besar dalam tradisi Eropa Tengah yang membentang dari Kafka hingga Thomas Bernhard, dan dicirikan oleh absurdisme dan ekses grotesk," kata juri dalam sebuah pernyataan.
"Namun, ada lebih banyak hal yang bisa ia lakukan, dan ia juga melihat ke Timur dalam mengadopsi nada yang lebih kontemplatif dan terkalibrasi dengan cermat," imbuh mereka.
Krasznahorkai termasuk di antara mereka yang disebut-sebut sebagai calon pemenang menjelang penghargaan tersebut. Tahun lalu, penghargaan tersebut diberikan kepada penulis Korea Selatan, Han Kang, perempuan Asia pertama yang memenangkan Nobel setelah akademi Nobel telah lama dikritik karena terlalu banyaknya representasi pria kulit putih Barat dalam daftar nominasinya.
Kaum perempuan sendiri sangat kurang terwakili di antara para penerima penghargaan ini dengan hanya 18 orang perempuan saja dari 122 penerima Nobel sastra sejak pertama kali diberikan pada tahun 1901.
Akademi Swedia telah mengalami reformasi besar sejak skandal #MeToo yang menghancurkan pada tahun 2018, dengan janji akan memberikan penghargaan sastra yang lebih global dan setara gender.
Hadiah Nobel ini diberikan dengan disertai diploma, medali emas, dan hadiah senilai 1,2 juta dollar AS. Krasznahorkai akan menerima penghargaan tersebut dari Raja Carl XVI Gustaf di Stockholm pada 10 Desember mendatang, tepat pada hari peringatan wafatnya ilmuwan dan pencipta hadiah Alfred Nobel pada tahun 1896.
Sebagai penulis, Krasznahorkai dikenal sebagai "ahli kiamat" postmodern. "Dia adalah penulis yang hipnotis," ujar penerjemah bahasa Inggris Krasznahorkai, George Szirtes, kepada AFP.
"Dia memikat Anda hingga dunia yang ia ciptakan bergema dan bergema di dalam diri Anda, hingga itu menjadi visi Anda sendiri tentang keteraturan dan kekacauan," imbuh Szirtes.
Hingga saat ini, mendiang Imre Kertesz adalah satu-satunya orang Hongaria yang memenangkan hadiah Nobel Sastra pada tahun 2002 untuk novel semi-otobiografinya Fatelessness yang bercerita tentang penyintas holocaust.
Lahir di Gyula, sebuah kota kecil di Hongaria tenggara pada tahun 1954, Krasznahorkai, yang kini berusia 71 tahun, tumbuh dalam keluarga Yahudi kelas menengah.
Ia mendapatkan inspirasi dari pengalamannya di bawah komunisme, dan perjalanan ekstensif yang dia lakukan setelah pertama kali pindah ke luar negeri pada tahun 1987 ke Berlin Barat untuk beasiswa.
Novel, cerita pendek, dan esainya paling dikenal di Jerman, tempat dia tinggal untuk waktu yang lama, dan Hongaria, tempat dia dianggap oleh banyak orang sebagai penulis paling penting yang masih hidup di negara itu.
Sangat Indah
Mengeksplorasi tema-tema distopia postmodern dan melankolis, novel pertamanya Satantango (1985) membawanya ke puncak ketenaran di Hongaria dan tetap menjadi karyanya yang paling terkenal.
Mengisahkan kehidupan di desa yang terpuruk di Hongaria era komunis, gayanya yang tanpa kompromi (12 bab yang masing-masing terdiri dari satu paragraf) disebut oleh penerjemahnya, Szirtes, sebagai aliran lava naratif yang lamban.
"Buku ini ditujukan bagi orang-orang yang menginginkan sesuatu selain hiburan... yang lebih menyukai keindahan yang menyakitkan," ujar Krasznahorkai dalam sebuah sesi wawancara.
Satantango telah diadaptasi menjadi film layar lebar berdurasi lebih dari tujuh jam, dengan judul yang sama pada tahun 1994 oleh sutradara Hongaria ternama, Bela Tarr.
Sering dibandingkan dengan penulis Irlandia Samuel Beckett dan Fyodor Dostoyevsky dari Russia, mendiang kritikus Amerika, Susan Sontag, menyebut Krasznahorkai sebagai ahli apokalips Hongaria kontemporer yang menginspirasi yang sebanding dengan Gogol dan Melville.
Novel lainnya yang berjudul War and War (1999), digambarkan oleh kritikus majalah New Yorker, James Wood, sebagai salah satu pengalaman paling meresahkan yang pernah saya alami sebagai seorang pembaca.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Andes Tanjung, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.