Infantino Minta Dunia Sepak Bola Lebih Terbuka soal Jadwal Piala Dunia

Jumat, 10 Okt 2025, 07:55 WIB

JAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino menilai dunia sepak bola perlu lebih terbuka dalam menentukan waktu penyelenggaraan turnamen-turnamen besar karena olahraga global ini tidak seharusnya hanya menggelar Piala Dunia pada musim panas di belahan bumi utara.

“Jika kita ingin bermain pada waktu yang sama di seluruh dunia, maka kita bisa bermain pada Maret atau Oktober, karena pada Desember tidak semua wilayah bisa bermain, dan pada Juli juga ada bagian dunia yang tidak memungkinkan,” kata Infantino saat berbicara di Sidang umum klub-klub sepak bola Eropa di Roma, dikutip dari New York Times, Jumat (10/10).

Ket. Foto: Presiden FIFA Gianni Infantino — Sumber: antara foto

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi yang pertama digelar di luar jadwal musim panas, dengan turnamen itu dipindahkan ke November dan Desember untuk menghindari panas ekstrem di wilayah Teluk.

Langkah itu sempat menimbulkan perdebatan karena liga-liga Eropa harus berhenti di tengah musim, namun tidak sampai menimbulkan gangguan jangka panjang dan bahkan menghasilkan turnamen dengan pemain yang tampil lebih segar.

Banyak pihak di Eropa berharap Qatar 2022 menjadi pengecualian, tetapi dengan Arab Saudi terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034, turnamen diperkirakan tidak akan kembali ke jadwal tradisionalnya.

Perdebatan mengenai waktu dan lokasi penyelenggaraan turnamen elite semakin menguat sejak kontroversi Qatar 2022. Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat pada musim panas ini menjadi contoh terbaru sulitnya menyusun jadwal turnamen dalam kalender sepak bola global.

Belum ada tanggal resmi untuk Piala Dunia 2034, namun turnamen itu diperkirakan digelar pada musim dingin, dengan kemungkinan berlangsung pada awal 2035 untuk menghindari bulan suci Ramadan yang jatuh pada November dan Desember 2034.

Setelah pidatonya, Infantino mengatakan FIFA sudah membahas detail penyelenggaraan turnamen tersebut dengan berbagai pihak.

“Kami sudah membahasnya dengan semua orang, sepanjang waktu. Ini bukan hanya tentang satu Piala Dunia, melainkan refleksi umum,” ujarnya.

“Bahkan bermain di beberapa negara Eropa pada Juli sangat panas. Jadi mungkin kita perlu memikirkan bulan terbaik untuk bermain sepak bola, seperti Juni di Eropa. Bulan itu jarang digunakan, bukan? Mungkin ada cara untuk mengoptimalkan kalender, dan kami sedang membahasnya. Kita hanya perlu berpikiran terbuka,” kata Infantino.

Komentar Infantino muncul seiring persiapan Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan beberapa pertandingan di Amerika Selatan. Suhu ekstrem tidak menjadi perhatian untuk Piala Eropa 2028 di Inggris dan Irlandia, tetapi bisa menjadi faktor pada Piala Eropa 2032 di Italia dan Turki.

Kalender pertandingan internasional yang menjadi dasar seluruh kompetisi sepak bola dunia sudah ditetapkan hingga 2030. Namun, pembahasan untuk periode berikutnya telah lama menjadi perdebatan.

Pada tahun lalu, sejumlah liga utama bersama asosiasi pemain FIFPro Europe mengajukan keluhan ke Komisi Eropa, menuding FIFA tidak melakukan konsultasi memadai terkait kalender tersebut.

Liga dan asosiasi pemain menilai FIFA menyalahgunakan posisinya dengan menjadwalkan Piala Dunia Antarklub pada Juni dan Juli, yang berdampak pada awal musim liga domestik Eropa.

Menanggapi keluhan tersebut pada Juli 2024, FIFA menyatakan telah melakukan konsultasi yang komprehensif dan inklusif, termasuk dengan FIFPro dan badan liga.

Dalam pidatonya di Roma, Infantino juga memuji kesuksesan Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat, pandangan yang disetujui oleh klub-klub peserta turnamen.

Tidak ada indikasi bahwa FIFA akan menghapus turnamen itu dari kalender, dan justru kemungkinan besar akan memperluas formatnya di masa mendatang.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.