Bilqis Raihana, Siswi SMAN Unggulan MH Thamrin, Ingin Kuliah Teknik Sipil di Jerman Lewat Program Sekolah Garuda

Jumat, 10 Okt 2025, 14:23 WIB

Bilqis Raihana, siswi kelas 11 SMAN Unggulan MH Thamrin, berharap program Sekolah Garuda di sekolahnya bisa mewujudkan mimpinya kuliah di Jerman untuk mengambil jurusan teknik sipil.

Bilqis, putri dari seorang guru mengaji, punya cita-cita mulia.

Ket. Foto: Saya ingin melanjutkan kuliah teknik sipil di Jerman. Saya percaya program Sekolah Garuda bisa membantu saya mempersiapkan diri, baik secara akademis maupun mental," ujar Bilqis. — Sumber: Antara Foto

Ia ingin membangun banyak sekolah di daerah-daerah tertinggal sehingga akses pendidikan lebih merata.

"Saya ingin infrastruktur dan fasilitas pendidikan seperti sekolah merata sampai ke daerah terpencil. Karena itu cita-cita saya ingin menjadi insinyur sipil,” kata Bilqis.

Bilqis berharap program Sekolah Garuda bisa membantunya menggapai cita-cita.

"Saya ingin pendidikan berkualitas dirasakan oleh teman-teman saya di seluruh daerah di Indonesia. Makanya saya ingin kuliah di Munchen, Jerman, ambil teknik sipil," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi resmi memperkenalkan Program Sekolah Garuda di 16 lokasi di seluruh Indonesia.

Salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi adalah SMAN Unggulan MH Thamrin di Cipayung, Jakarta Timur.

Selain SMAN Unggulan MH Thamrin, ada 11 sekolah yang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda yakni SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMA Unggul Del di Sumatera Utara, MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, SMA Cahaya Rancamaya Bogor, Jawa Barat, SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Jawa Tengah.

Di Kalimantan ada SMAN 10 Samarinda Kalimantan Timur dan SMAN Banua BBS Kalimantan Selatan. Sementara Sekolah Garuda transformasi di wilayah Indonesia Timur lainnya adalah MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMAN Siwalima Ambon Maluku, dan SMA Averos Sorong Papua Barat Daya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan, pemerintah ingin menciptakan wahana-wahana bagi siswa-siswa berprestasi dalam mendukung talenta mereka khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

"Jadi nantinya anak-anak dari Sekolah Garuda, baik transformasi maupun Sekolah Garuda baru menjadi mahasiswa-mahasiswa di perguruan tinggi unggulan di dunia. Kurikulum tidak ada yang beda. Kita hanya menambahkan agar mereka lebih siap berkompetisi dengan lulusan SMA dari negara lain," kata Brian.

  • Sekolah Garuda

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.