Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan Aceh Terkendala Melaut Akibat Kuala Dangkal

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nelayan Aceh Terkendala Melaut Akibat Kuala Dangkal Doc: Antara
Ket. Satu unit boat nelayan tersangkut akibat kondisi Kuala Daya, Lamno yang dangkal, Selasa (7/10).

Banda Aceh - Nelayan di wilayah Lhok Kuala Daya, Lamno, Kabupaten Aceh Jaya tidak dapat melaut akibat dangkalnya kuala pelabuhan perikanan setempat.

"Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan, apalagi ekonomi utama masyarakat setempat adalah melaut," kata Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh, Azwar Anas, di Aceh Jaya, Rabu (8/10).

Azwar mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Panglima Laot (lembaga adat nelayan Aceh) Lhok Kuala, jumlah nelayan di wilayah kecamatan tersebut mencapai ratusan orang. Kondisi ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat di sana.

Para nelayan, kata dia, sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk membangun tanggul pemecah ombak dan melakukan pengerukan kuala agar akses menuju laut kembali lancar.

"Persoalan dangkalnya kuala ini bukan hal baru, setiap tahun selalu terjadi, namun hingga kini pemerintah terkesan menutup mata," ujarnya.

Seharusnya, lanjut Azwar, dengan besarnya dana otonomi khusus (otsus) Aceh, pemerintah bisa memperhatikan nasib nelayan kecil yang selama ini menjadi pahlawan pangan bagi masyarakat.

"Kami berharap Gubernur Aceh dapat menunjukkan kepedulian nyata terhadap nelayan kecil atau nelayan tradisional yang kini sedang kesulitan," katanya.

Dia juga menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir sudah banyak nelayan yang mengalami musibah akibat dangkalnya kuala.

"Karena itu, kita harapkan juga kepada wakil rakyat di parlemen dapat memperjuangkan anggaran terhadap pemberdayaan masyarakat nelayan, termasuk bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan melaut," tegas Azwar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Aceh Jaya, Ridwan membenarkan salah satu mata pencaharian masyarakat di wilayah Lhok Kuala Daya, Lamno dari sektor perikanan.

Terkait hal ini, kata dia, Pemerintah Aceh Jaya sudah menyiapkan DED (Detail Engineering Design) untuk pembangunan PPI Lhok Kuala Daya tersebut, dan salah satu poinnya adalah pembangunan breakwater (pemecah ombak).

Ia menyebutkan, memang sebelumnya di lokasi tersebut sudah memiliki breakwater, tetapi lebih pendek, sehingga cepat membuat kuala kembali dangkal, dan terjadi begitu cepat.

"Untuk itu, kita harap nantinya cepat terealisasi pembangunan breakwater tersebut, sehingga aktivitas nelayan di sana bisa kembali berjalan lancar," demikian Ridwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Aksi Godbless di Penutupan Pestapora 2026

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Aksi Godbless di Penutupan ...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Melemah Dipic...
Daerah
Wagub Sulawesi Selatan Doro...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp113.750...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.