Israel dan Hamas Sepakati Tahap Pertama Rencana Perdamaian

Kamis, 09 Okt 2025, 08:51 WIB

KAIRO - Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan fase pertama gencatan senjata di Gaza yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang, meratakan wilayah Palestina, dan menimbulkan krisis kemanusiaan besar.

Kesepakatan yang akan ditandatangani hari Kamis (9/10) itu mencakup pembebasan sandera dan tahanan serta lonjakan bantuan ke Gaza setelah lebih dari dua tahun perang yang dimulai oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada Oktober 2023. 

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump tentang kemajuan negosiasi di Mesir. — Sumber: BBC

Kelompok militan Palestina Hamas akan membebaskan semua sandera, sementara Israel akan menarik pasukannya kembali ke garis yang disepakati, kata Presiden AS Donald Trump setelah pembicaraan di Mesir mengenai rencana perdamaian 20 poinnya menghasilkan kesepakatan.

Qatar mengatakan kesepakatan itu merupakan "tahap pertama dari perjanjian gencatan senjata Gaza, yang akan berujung pada berakhirnya perang, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan".

Hamas akan menukar 20 sandera hidup dengan hampir 2.000 tahanan Palestina sebagai bagian dari tahap pertama kesepakatan, kata sumber dalam kelompok militan itu kepada AFP, Kamis.

Pertukaran akan berlangsung dalam waktu 72 jam setelah penerapan perjanjian, yang diharapkan akan ditandatangani pada hari Kamis, kata sumber yang mengetahui negosiasi tersebut.

Para sandera akan dibebaskan dengan imbalan 250 warga Palestina yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan 1.700 lainnya yang ditangkap oleh Israel sejak perang dimulai, sumber itu menambahkan.

"Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani Tahap pertama Rencana Perdamaian kami," kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya.

Ini berarti SEMUA Sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju Perdamaian yang Kuat, Tahan Lama, dan Abadi.

Trump juga mengucapkan terima kasih kepada para mediator Qatar, Mesir, dan Turki, seraya menambahkan: "BERBAHAGIALAH PARA PEMBAWA PERDAMAIAN!"

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan membawa pulang para sandera "dengan pertolongan Tuhan".

Trump mengatakan sebelumnya bahwa ia mungkin akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah minggu ini karena kesepakatan sudah "sangat dekat".

Dalam momen dramatis, wartawan AFP melihat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menginterupsi sebuah acara di Gedung Putih dan menyerahkan catatan mendesak kepada Trump tentang kemajuan negosiasi di Mesir.

"Saya mungkin akan ke sana menjelang akhir minggu ini, mungkin hari Minggu," kata Trump. Ia "kemungkinan besar" akan muncul di Mesir, tetapi juga akan mempertimbangkan untuk pergi ke Gaza yang dilanda perang.

Rencana Trump menyerukan gencatan senjata, pembebasan semua sandera yang ditawan di Gaza, pelucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah tersebut.

Menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff tiba di pembicaraan lebih awal.

'Optimisme Menang

Saat malam tiba di wilayah pesisir Al-Mawasi di Gaza selatan, seorang kontributor AFP menggambarkan suasana antisipasi sebelum pengumuman tersebut, dengan nyanyian gembira "Allahu akbar", yang berarti Tuhan Maha Besar, dan beberapa tembakan perayaan ke udara.

"Kami terus mengikuti setiap berita tentang negosiasi dan gencatan senjata," kata Mohammed Zamlot, 50 tahun, yang mengungsi dari Gaza utara.

Hamas telah menyerahkan daftar tahanan Palestina yang ingin dibebaskan dari penjara Israel pada tahap pertama gencatan senjata.

Sebagai gantinya, Hamas akan membebaskan 47 sandera yang tersisa, baik yang hidup maupun yang telah meninggal, yang ditawan dalam serangannya terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 yang memicu perang.

Perdana Menteri Qatar dan kepala intelijen Turki juga diharapkan hadir dalam pembicaraan pada hari Rabu. 

Hamas mengatakan delegasi dari Jihad Islam, yang juga telah menyandera sejumlah warga di Gaza, akan turut serta dalam delegasi tersebut, begitu pula Front Populer untuk Pembebasan Palestina.

Negosiasi tersebut berlangsung di bawah bayang-bayang peringatan dua tahun serangan Hamas terhadap Israel tahun 2023, yang mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Militan juga menyandera 251 orang di Gaza, tempat 47 orang masih berada, termasuk 25 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.183 orang, menurut kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas, angka yang dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

  • Perundingan Damai Israel-Hamas

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.