Para Pemimpin Dunia Puji Kesepakatan Israel-Hamas, Siap Bantu dan Pantau Prosesnya

Jumat, 10 Okt 2025, 11:38 WIB

Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari rencana untuk menghentikan pertempuran dan membebaskan sandera dan tahanan, kata Presiden AS Donald Trump pada Rabu (8/10) ketika mengumumkan garis besar terobosan dalam perang yang berlangsung dua tahun di Gaza.

"Ini berarti SEMUA Sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju Perdamaian yang Kuat, Bertahan Lama, dan Abadi," tulis Trump di media sosial. "Semua Pihak akan diperlakukan secara adil!"

Ket. Foto: Petugas tanggap darurat Palestina merayakan kemenangan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas menyepakati fase pertama gencatan senjata Gaza, di Kota Gaza pada 9 Oktober 2025. — Sumber: CNA/Reuters

Hamas akan membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup dalam beberapa hari mendatang dengan imbalan tahanan Palestina, sementara militer Israel akan mulai menarik diri dari sebagian besar wilayah Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan di media sosial, "Dengan pertolongan Tuhan, kami akan membawa mereka semua pulang." Hamas juga mengatakan bahwa kesepakatan itu akan memastikan penarikan pasukan Israel serta memungkinkan masuknya bantuan dan pertukaran sandera dan tahanan.

Para pemimpin dunia memuji dan memberikan apresiasi terhadap hasil kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza, diringkas dari Associated Press.

Mesir

Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi memuji kesepakatan antara Israel dan Hamas sebagai “momen bersejarah.”

“Perjanjian ini tidak hanya menutup babak perang; tetapi juga membuka pintu harapan bagi rakyat di kawasan ini untuk masa depan yang ditentukan oleh keadilan dan stabilitas,” tulis el-Sissi dalam sebuah unggahan di media sosial.

Lebanon

Presiden Joseph Aoun mengatakan berharap rencana tersebut akan “menjadi langkah pertama menuju gencatan senjata permanen dan mengakhiri penderitaan kemanusiaan rakyat Palestina di Gaza.”

Dalam sebuah pernyataan, ia menyerukan "upaya internasional dan regional yang berkelanjutan untuk mencapai perdamaian yang komprehensif dan adil di kawasan yang menjamin hak-hak sah rakyat Palestina," dan agar Israel "menghentikan kebijakan agresifnya di Palestina, Lebanon, dan Suriah."

Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan dalam pernyataan, mereka berharap kesepakatan damai akan mengarah pada tindakan segera untuk meringankan penderitaan kemanusiaan warga Palestina di Jalur Gaza dan penarikan penuh Israel.

Arab Saudi juga menyatakan harapan rencana perdamaian ini akan mengarah pada “dimulainya langkah-langkah praktis untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina yang merdeka di perbatasan tahun 1967.”

Tiongkok

Tiongkok mengatakan pihaknya berharap adanya gencatan senjata yang “berkelanjutan dan komprehensif” di Gaza setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui “tahap pertama” dari rencana perdamaiannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengatakan pemerintah Xi Jinping berharap perjanjian tersebut akan meredakan “krisis kemanusiaan” di Gaza dan menurunkan ketegangan di Timur Tengah.

Pada jumpa pers harian hari Kamis, ia menegaskan kembali seruan Tiongkok untuk solusi dua negara.

"Kami siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk terus berupaya mendorong solusi yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan bagi masalah Palestina serta mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," tambahnya.

Indonesia

Indonesia menyambut tercapainya gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza dan menyatakan kesiapan untuk mendukung proses rekonstruksi di wilayah yang hancur lebur akibat agresi Zionis tersebut.

Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Indonesia memandang gencatan senjata fase pertama tersebut sebagai langkah penting menghentikan kekerasan secara permanen di Gaza.

“Diharapkan akses bantuan kemanusiaan segera dibuka secara luas, dan Indonesia siap berpartisipasi aktif dalam mendukung proses rekonstruksi Gaza,” menurut Kemlu RI dalam pernyataan tertulisnya di media sosial X, dipantau di Jakarta pada Jumat.

Eropa

Para pemimpin Eropa memuji kesepakatan damai yang dicapai antara Israel dan Hamas. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kelegaannya pada hari Kamis.

Starmer, yang sedang dalam kunjungan dua hari ke India, mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi bahwa perjanjian tersebut sekarang harus dilaksanakan sepenuhnya tanpa penundaan dan disertai dengan pencabutan segera semua pembatasan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa ke Gaza.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi ketentuan perjanjian, sementara kepala kebijakan Uni Eropa, Kaja Kallas, menulis di X bahwa “Uni Eropa akan melakukan apa pun yang dapat dilakukannya untuk mendukung implementasinya.”

Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang negaranya memainkan peran dalam negosiasi tersebut, menyatakan senang dengan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Hamas dan Israel.

Dalam pernyataan yang diposting di X, Erdogan berterima kasih kepada Trump karena telah “menunjukkan kemauan politik yang diperlukan” serta kepada Qatar dan Mesir karena memfasilitasi kesepakatan tersebut.

Erdogan mengatakan Turki akan memantau dengan cermat implementasi penuh perjanjian tersebut dan terus berkontribusi pada prosesnya.

  • Perundingan Damai Israel-Hamas

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.