Mempertanyakan Kinerja Pertamina dalam Menyalurkan BBM. Warga Mimika Panik Cari BBM Per Botol Mineral Mencapai Rp100.000

Rabu, 08 Okt 2025, 15:37 WIB

MIMIKA – Masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, panik karena kesulitan menemukan bahan bakar minyak (BBM). Namuan, Pemkab Mimika mengimbau warga agar tidak panik menyikapi kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir. Tak pelak, kelangkaan ini menimbulkan pertanyaan kinerja Pertamina dalam menyalurkan atau mengatasi kelangkaan BBM. Sebab kelangkaan di Mimika sudah berlangsung beberapa pekan.

Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Rabu, mengatakan saat ini persediaan BBM di Depo Jober Pertamina di Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur sudah cukup aman sehingga warga tidak perlu membeli BBM berlebihan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), apalagi sampai melakukan penimbunan.

Ket. Foto: antrean bbm — Sumber: ist

"Masyarakat jangan panik, stok BBM tersedia baik Dexlite, Pertalite maupun Pertamax. Sekarang sudah tidak ada masalah," kata John Rettob. Bupati menyebut kelangkaan BBM di Timika beberapa hari lalu dipicu oleh keterlambatan kedatangan kapal tanker pengangkut BBM dari Ambon dan Tual karena kondisi cuaca laut yang tidak mendukung. 

"Kapal pengangkut BBM tersebut sudah tiba di Pelabuhan Pomako hari Sabtu (4/10/2025) dan sekarang sedang proses bongkar muatan dari kapal ke Depo Jober Pertamina," jelasnya. Dengan kondisi itu, maka sejak Selasa siang pasokan BBM ke lima SPBU di Timika ditambah dari kondisi normal.

Karena itu, Bupati Mimika meminta warga tidak membeli BBM secara berlebihan, apalagi melakukan penimbunan untuk kepentingan meraup keuntungan pribadi. Sebab BBM bukan merupakan komoditas yang diperjual-belikan secara bebas dengan harga yang fantastis.

"Kalau Pertalite dijual 50 ribu sampai 100 ribu per botol air kemasan, itu sudah keterlaluan. Makanya kami minta Satpol PP dan Disperindag betul-betul mengawasi soal ini dan melakukan penertiban," ujar John Rettob. Bupati Mimika juga meminta pengawasan ketat penyaluran BBM subsidi di setiap SPBU agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.

Sebagai contoh, katanya, kapal-kapal nelayan dengan ukuran tonase besar yang beroperasi di Pelabuhan Pomako tidak boleh dilayani pembelian BBM subsidi, tapi harus menggunakan BBM industri lantaran kapal-kapal tersebut beroperasi untuk kepentingan bisnis. 

Demikian pun dengan alat-alat berat di lokasi galian C yang marak di sekitar Kota Timika juga dilarang untuk menggunakan BBM subsidi karena BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat. Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong secara khusus menyoroti maraknya penjualan BBM eceran di Timika dengan harga yang tidak wajar dalam beberapa hari belakangan.

"Penjual BBM eceran jangan menjual dengan harga tinggi, ini sebenarnya sudah tidak sehat," kata Emanuel usai memimpin rapat lintas sektor untuk membahas kelangkaan BBM di Timika. Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah Junaedi Kala yang dihubungi terpisah mengatakan stok BBM di Depo Jober Pertamina Pelabuhan Pomako saat ini dalam kondisi aman.

"Untuk kondisi sekarang stok aman, kami sedang recovery penyaluran dari Jober ke SPBU dan sudah kita maksimalkan sejak kemarin hingga hari ini," tutur Junaedi. Dalam kondisi normal, katanya, penyaluran BBM ke lima SPBU di Timika per hari cuma sebanyak 70 kiloliter, namun sejak Senin (6/10/2025) pasokan ditambah hingga mencapai 136 kiloliter.

"Kami mengimbau masyarakat Timika tidak usah panik dan beli BBM sesuai kebutuhan. Jangan karena ada isu kelangkaan malah buat antrean lebih panjang. Kita selalu menjaga ketersediaan produk di SPBU, jadi tidak perlu antre lebih lama hanya untuk dapat BBM," kata Junaedi.
 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Usia 61 Tahun, IKPI Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Pemerintah dan Wajib Pajak

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

Kampanyekan Gemarikan di SDN Cempaka Putih Barat 07, KPKP Jakpus Penuhi Gizi Anak untuk Cegah "Stunting"

Swasembada Gula Dimulai dari Lampung

Meta Resmi Ubah Aturan Facebook dan Instagram: Batas 2 Jam hingga Mode Malam

170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung

Kuota 30 Persen Hunian MBR di TOD: Ini Poin Penting Usulan Ranperda Rusun Jakarta

KTM dan Gombong Culture Festival Dibuka, Menkop Ferry Juliantoro: Benteng Van Der Wijck Akan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Kebumen Bakal Berkembang

PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi.

UEFA Terapkan Aturan Baru Liga Champions 2026/27, Undian Arsenal dan Liverpool Terdampak

Puan Dorong Kemlu Perkuat Koordinasi soal Karhutla Kalimantan

Warga Betawi Terancam Tersisih, DPRD DKI Desak Kebijakan Afirmatif di Ranperda

DPR RI Berkomitmen Sahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026

Tanggapi Budie Arie, Puan Maharani: Pemilu Tetap Digelar Setiap Lima Tahun

Kementerian UMKM: Pemulihan UMKM Sumatra Dikawal hingga 2028

OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta

Menko Yusril Pastikan Tak Pernah Perintahkan Pembekuan Rekening Aktivis Pati

Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global

Kemenkes Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan di Daerah Terisolasi

Pemerintah Dorong Penyerapan Telur Agar Harga Tak Terus Turun di Kisaran Rp30 Ribu per Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.