Bantu 120 Balita Gizi Kurang, Sido Muncul Dorong Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Semarang

Rabu, 08 Okt 2025, 18:30 WIB

SEMARANG – Upaya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia kembali membuahkan hasil nyata. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Sido Muncul turut berperan besar menekan angka stunting di Kabupaten Semarang hingga mencapai 3,1 persen, menjadikannya terendah kedua di Jawa Tengah (Jateng).

Capaian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan generasi masa depan.

Ket. Foto: Direktur Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat dan Bupati Kabupaten Semarang H. Ngesti Nugraha saat memberikan bantuan untuk 120 balita gizi kurang, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting di Jawa Tengah. — Sumber: koran jakarta/dok

Sido Muncul menjadi salah satu perusahaan yang konsisten mengampanyekan pentingnya gizi seimbang dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak di berbagai daerah.

Dalam aksi terbarunya, Sido Muncul menyalurkan bantuan senilai 360 juta rupiah bagi 120 balita gizi kurang di tiga kecamatan yakni Ambarawa, Jambu, dan Banyubiru.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, kepada Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, di kawasan Agrowisata Pabrik Sido Muncul, Klepu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/10).

Setiap anak penerima bantuan akan memperoleh 500 ribu rupiah per bulan selama enam bulan, mulai Oktober 2025 hingga Maret 2026.

Dana tersebut disalurkan langsung kepada orang tua agar penggunaannya lebih efektif dan dapat dipantau perkembangannya.

“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar memberi hasil. Karena itu, setiap bulan kami minta laporan perkembangan berat badan anak-anak penerima,” ujar Irwan Hidayat.

Irwan menuturkan, langkah sosial ini merupakan bagian dari panggilan pribadi sekaligus perjalanan spiritual hidupnya.

Ia bercerita, masa kecilnya pernah diwarnai kesulitan gizi dan kesehatan yang nyaris membuatnya kehilangan harapan.

“Saya lahir dalam kondisi lemah, bahkan pernah mengalami gejala stunting. Tapi dari pengalaman itu saya belajar bahwa hidup yang sehat dan bermanfaat adalah anugerah yang harus dibagikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, memberikan apresiasi atas kepedulian Sido Muncul yang konsisten dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting.

“Bantuan ini sangat berarti. Saat ini anak stunting di Kabupaten Semarang tinggal 1.835 anak, turun hampir separuh dari dua tahun lalu yang masih sekitar 3.600 anak,” ujar Ngesti.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan peran aktif dunia usaha seperti Sido Muncul.

Pemkab Semarang juga terus mengembangkan program makanan bergizi gratis serta edukasi gizi keluarga di tingkat kelurahan.

Kisah keberhasilan juga datang dari warga penerima manfaat. Inneke, ibu dari balita berusia dua tahun di Kelurahan Jambu, mengaku lega dan bersyukur.

Putrinya, Calista, yang semula hanya memiliki berat badan 8,4 kilogram, kini mulai menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat pendampingan gizi.

“Dulu Calista hanya minum ASI, belum banyak makan. Sekarang sudah mau belajar makan, dan bantuan ini sangat membantu kami memenuhi gizinya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Hingga kini, Sido Muncul telah membantu 864 anak di berbagai daerah dari Jakarta hingga Gianyar. Melalui langkah kecil yang penuh makna ini, Sido Muncul berharap semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan siap menjadi generasi emas bangsa.

“Menolong anak-anak agar tumbuh sehat bukan sekadar amal, tapi investasi masa depan Indonesia,” tegas Irwan Hidayat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.