Apindo: Shutdown AS Bisa Pengaruhi Posisi Indonesia dalam Negosiasi Tarif

Rabu, 08 Okt 2025, 17:15 WIB

Jakarta - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menilai, penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat (US government shutdown) turut menghambat kelanjutan negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan AS.

“Jadi tentunya itu ada dampaknya juga ya karena saat ini kan pemerintah masih meneruskan negosiasi tarif Trump,” kata Shinta saat ditemui dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Rabu (8/10).

Ket. Foto: Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyoroti dampak penutupan pemerintahan atau government shutdown AS yang menghambat proses negosiasi tarif Indonesia dan AS, Jakarta, Rabu (8/10). — Sumber: Antara

Pemerintah Indonesia saat ini tengah melanjutkan proses negosiasi dengan AS agar tarif impor 19 persen terhadap beberapa komoditas strategis dapat diturunkan atau dihapuskan.

Komoditas tersebut meliputi komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan kakao, yang menjadi prioritas utama dalam pembahasan.

“Jadi walaupun kemarin sudah ditetapkan tarif 19 persen, tapi kita masih melanjutkan juga dengan terus menegosiasikan tambahan-tambahan penurunan tarif terutama dari produk-produk yang tidak diproduksi di Amerika, dan diproduksi di Indonesia dan dibutuhkan oleh Amerika,” ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, Shinta berharap pemerintah kedua negara dapat segera mencapai kesepakatan tarif yang lebih menguntungkan.

“Kami harap dalam waktu dekat bisa ada kesepakatan tapi ya jelas dengan adanya shutdown di Amerika ya mungkin ada imbasnya juga ya,” tambahnya.

Adapun Airlangga Hartarto mengakui bahwa penutupan pemerintahan AS berdampak langsung terhadap proses negosiasi tarif tersebut. Menurutnya, pembahasan tarif untuk sejumlah komoditas strategis asal Indonesia saat ini terhenti.

“Jadi tim negosiasi berunding melalui Zoom, tetapi dengan adanya shutdown di Amerika, itu termasuk kita juga kena. Kena shutdown, artinya negosiasinya sementara terhenti,” ujar Airlangga.

Meski demikian, pemerintah berupaya mempercepat komunikasi dengan pihak Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR) untuk mendapatkan kepastian jadwal lanjutan negosiasi.

“Jadi mengenai jadwal belum bisa dipastikan karena pemerintah Amerika kan sekarang sedang shutdown. Jadi kita monitor perkembangan,” katanya.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.