Titiek Soeharto: SPPG Wajib Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Selasa, 07 Okt 2025, 17:00 WIB

YOGYAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki "Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)" sebagai jaminan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Harus ada (SLHS) dong. Ini menyangkut nyawa begitu banyak anak-anak, harus benar-benar diawasi. Dia harus punya tanggung jawab," ujar Titiek usai meninjau pelaksanaan MBG di SDN Pujokusuman 1 Kota Yogyakarta, Selasa (7/10).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan pada seluruh tahapan penyediaan makanan — mulai dari proses memasak hingga penyajian kepada siswa. Menurutnya, waktu dan cara memasak pun harus diperhatikan agar makanan tetap layak dikonsumsi.

"Itu anak-anak cuci piringnya harus bersih. Kemudian, masak juga harus diperhitungkan, jangan masaknya tengah malam, nanti pagi-pagi pas makan udah basi. Itu harus benar-benar diawasi," tuturnya.

Titiek menambahkan, pemerintah telah memiliki mekanisme pengawasan serta sanksi bagi SPPG yang tidak memenuhi standar pelaksanaan program.

"Kan sudah ada sanksi-sanksi. Sementara yang SPPG yang enggak perform kan diberhentikan dulu, gitu. Tapi kan ini mempengaruhi anak-anak ya, jadi akhirnya enggak dapat makanan gitu. Jadi, ya harus ada sanksinya," ucapnya.

Menanggapi usulan sebagian pihak agar program MBG dihentikan sementara untuk evaluasi total, Titiek menilai langkah itu tidak perlu dilakukan secara menyeluruh. Ia mencontohkan pelaksanaan di Kota Yogyakarta yang dinilai berjalan baik dan tidak menimbulkan masalah.

"Enggak usah semua diberhentikan. Kayak di Yogyakarta ini kan enggak ada masalah. Masak harus dihentikan, kan kasihan. Jadi ya, yang ada masalah-masalah yang dievaluasi," ujarnya.

Menurut Titiek, evaluasi sebaiknya difokuskan pada SPPG yang terbukti bermasalah, sementara penyedia lain yang telah memenuhi ketentuan dapat tetap beroperasi agar anak-anak tetap memperoleh asupan gizi harian.

"Kalau ada yang salah dievaluasi, yang lain-lainnya ya akan lebih berhati-hati ke depannya. Yang penting higienisitasnya harus diutamakan," katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa SDN Pujokusuman 1, Daffa, mengaku senang dengan hidangan MBG yang disajikan di sekolahnya.

"Saya sudah lama dapat MBG. Semoga tambah enak," ucap siswa kelas 6 tersebut.

Daffa juga mengaku tidak khawatir terhadap kabar kasus keracunan MBG di daerah lain karena sejauh ini pelaksanaan program di sekolahnya berjalan lancar tanpa kendala.

  • Dapur SPPG
  • MBG

Redaktur: Eko S

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.