Perajin Batik Ciprat Situbondo Diundang Kementerian UMKM Tampil di Pameran Nasional

Selasa, 07 Okt 2025, 03:00 WIB

Situbondo - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan mengundang perajin batik ciprat dari komunitas difabel di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, untuk mengikuti agenda pameran batik dalam negeri, agar karya batik yang dibuat dengan cara mencipratkan larutan pewarna itu bisa dikenal luas.

Deputi Bidang Usaha Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan Kementerian UMKM saat ini fokus bagaimana pelaku UMKM termasuk perajin batik ciprat karya difabel Situbondo lebih punya kemandirian.

"Kemandirian dimaksud adalah peluang-peluang usaha bisa dijalankan baik dan menjadi sumber penghasilan buat mereka," katanya saat berkunjung ke lokasi Batik Ciprat Rubi di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Senin (6/10).

Bagus Rachman juga menyatakan kesiapannya mendampingi pemerintah daerah setempat yang akan mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI batik ciprat karya komunitas difabel tersebut ke Kementerian Hukum.
Ia menilai produk jadi batik ciprat karya komunitas difabel Situbondo bagus dan punya nilai jual, dan lebih dari itu perajin batik difabel punya kemandirian dalam menciptakan produk batik.

"Selain itu, batik ciprat karya difabel ini sebenarnya masuk dalam ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif itu kan adalah sesuatu yang baru dibuat. Oleh karena itu saya juga sampaikan kepada bupati akan mengikutsertakan mereka pada agenda pameran-pameran batik dalam negeri," kata Bagus Rachman.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengemukakan bahwa secara ekonomi batik ciprat karya difabel itu akan mampu meningkatkan taraf hidup mereka itu yang secara sosial punya keterbatasan fisik.



"Oleh karena itu kami dorong teman-teman difabel, dan tidak hanya diberi insentif, tidak hanya diberi pelatihan, tapi kami juga memberikan sentuhan kebijakan, dan bahkan saya sendiri menjadi brand ambassador batik ciprat ini dan alhamdulillah banyak sekali peminat batik ciprat ini," katanya.

Informasi dihimpun ANTARA, produk jadi batik ciprat karya difabel Situbondo itu saat ini banyak diminati masyarakat Situbondo, bahkan pangsa pasar tembus Bali dan Nusa Tenggara Timur atau NTT. Harga per lembar kain batik ciprat dijual Rp150.000.

Ket. Foto: Deputi Bidang Usaha Kementerian UMKM Bagus Rachman didampingi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo melihat disabilitas produksi batik ciprat di Desa Kedungdowo, Situbondo. Senin (6/10). — Sumber: Antara

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.