Penyaluran Kredit ke Sektor Riil Mulai Menggeliat

Selasa, 07 Okt 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seusai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Pusat Bank Mandiri di Jakarta, Senin (6/10) mengatakan optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 bisa di atas 5,5 persen. Optimisme Menkeu itu didasarkan pada penyaluran kredit Himpunan bank-bank milik Pemerintah (Himbara) yang meningkat setelah Pemerintah mengalihkan dananya dari Bank Indonesia (BI) ke lima bank BUMN senilai total 200 triliun rupiah. 

Bank Mandiri, BRI dan BNI masing-masing mendapat likuiditas 55 triliun rupiah, sedangkan BTN sebesar 25 triliun rupiah dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar 10 triliun rupiah.

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa — Sumber: istimewa

Dari 55 triliun rupiah yang ditempatkan di Bank Mandiri, sekitar 70 persen menurut laporan direksi Bank Mandiri sudah tersalur ke pembiayaan. Sebelumnya, direksi BRI juga menyampaikan bahwa dana yang ditempatkan Pemerintah di BRI tersalur ke dalam bentuk kredit/pembiayaan dengan cepat.

Hal itu karena BRI dalam sehari bisa menyalurkan kredit berkisar 1-1,5 triliun rupiah per hari dengan sebagian besar ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan tambahan 55 triliun rupiah, BRI memperkirakan bisa tersalur antara 1,5 bulan hingga 2,5 bulan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Bank Mandiri kata Menkeu bahkan meminta tambahan penempatan dana ke Pemerintah yang nantinya akan disalurkan ke beberapa sektor seperti properti dan otomotif.

“Kreditnya (Bank Mandiri-red) juga tumbuh dari 8 persen, sekarang sudah hampir 11 persen. Belum penuh satu bulan kan? Jadi, positif, sinyal positif. Artinya, kira-kira stimulus saya akan jalan di ekonomi,” kata Purbaya.

Berkaitan dengan sidak, Menkeu melakukan bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir. Dia pun mengecek ke bank terkait penggunaan dana Pemerintah benar-benar tersalur ke sektor produktif, bukan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) apalagi untuk membeli valuta asing (valas) yang bisa menekan kurs rupiah.

Jadi Katalis

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam keterangan tertulis menyatakan telah menyalurkan dana sebesar 34,5 triliun rupiah atau setara 63 persen dari penempatan dana pemerintah 55 triliun rupiah per September 2025. Mayoritas dana tersebut disalurkan ke sektor padat karya.

“Bank Mandiri optimis dapat menyerap penempatan dana ini secara optimal hingga 100 persen pada akhir tahun ini dengan prioritas pada sektor dan industri padat karya serta UMKM,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/10).

Novita menyatakan tambahan likuiditas ini menjadi katalis penting dalam memperluas fungsi intermediasi perseroan.

Realisasi tersebut pun diyakini mencerminkan kepercayaan pemerintah sekaligus menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk hadir di tengah pelaku usaha serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

Selain sektor padat karya dan UMKM, Bank Mandiri turut menyalurkan kredit ke sejumlah sektor strategis lainnya, seperti perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam dan energi terbarukan, layanan kesehatan, manufaktur, serta kawasan industri.

Bank meyakini fokus pembiayaan itu sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi serta penguatan industri nasional berbasis nilai tambah domestik.

Dengan tambahan penempatan dana Kementerian Keuangan sebesar 55 triliun rupiah, lanjut Novita, kapasitas pembiayaan Bank Mandiri makin solid sehingga mampu mengakselerasi sektor-sektor prioritas.

Guru Besar Ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan, hasil penempatan dana yang telah tersalur sebagai kredit hingga 70 persen menunjukkan bahwa strategi Menkeu menggerakkan perekonomian membuahkan hasil.

“Kita berharap penyaluran kredit dapat memacu pertumbuhan ekonomi, karena produktivitas penyaluran dana yang besar dapat menyehatkan sektor industri, apalagi BRI unggul dalam menyasar hingga ke pelosok, sehingga meningkatkan pemerataan ekonomi,” kata Dian.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.