Langkah Nyata! Sekolah Rakyat di Tasikmalaya Hadir untuk Putus Rantai Kemiskinan

Selasa, 07 Okt 2025, 20:14 WIB

TASIKMALAYA - Sebanyak 75 siswa dari keluarga miskin di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini memiliki kesempatan bersekolah secara gratis melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa. Program berasrama ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan dan memutus rantai kemiskinan di masyarakat.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menyampaikan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 itu merupakan program pemerintah pusat yang menerapkan konsep asrama untuk memberikan keadilan mendapatkan hak pendidikan bagi masyarakat di Kota Tasikmalaya.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi bersama siswa meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Sambong Pari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (7/9). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Tasikmalaya

"Kita sambut kehadiran Sekolah Rakyat ini sebagai langkah nyata, menuju keadilan sosial di bidang pendidikan," kata Viman.

Ia menuturkan Sekolah Rakyat merupakan program yang ditunggu masyarakat, dan saat ini mulai dilaksanakan bertepatan dengan momentum menjelang Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya.

Sekolah Rakyat yang belum semua daerah menyelenggarakannya itu, kata dia, menjadi kebanggaan bagi Kota Tasikmalaya karena sudah mulai digelar, apalagi jika mengingat prosesnya membutuhkan waktu cukup lama dan tidak mudah.

Persiapan yang dimulai sejak April 2025 itu, kata dia, telah melewati proses untuk penetapan lokasi di beberapa tempat sampai akhirnya ditetapkan bangunan SD Rahayu sebagai Sekolah Rakyat rintisan.

"Kami Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menyiapkan lahan di Tamansari, 7,5 hektare yang di mana kita menelan kolaborasi untuk membentuk generasi penerus kita," katanya.

Ia berharap adanya Sekolah Rakyat bisa memutus rantai kemiskinan masyarakat, kemudian dapat mengangkat martabat keluarga, lebih mendekatkan diri pada agama, dan membangun bangsa.

"Sekolah Rakyat ini tidak hanya kita bisa mencetak generasi penerus di pendidikan, tapi juga ini berdampak yang luar biasa ke ekonomi, dan lain sebagainya," katanya.

Peresmian Sekolah Rakat di Kota Tasikmalaya itu dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan saat ini sudah ada 19 Sekolah Rakyat, dan akan terus dikembangkan di setiap daerah sehingga tidak ada lagi anak putus sekolah.

"Mengharapkan ini bisa terus tidak berdiri di sini saja, bisa terus dibangun di beberapa daerah, terutama daerah-daerah yang sulit terjangkau," katanya.

Program Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya itu terdiri dari 25 siswa untuk tingkat SD atau sebanyak satu rombongan belajar (rombel), dan dua rombel sebanyak 50 siswa untuk tingkat SMP.***3***
 

  • sekolah rakyat
  • tasikmalaya
  • rantai kemiskinan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Disbudpar: Bandung Creative Hub Jadi  Ruang Kreatif Gratis untuk Tumbuhkan Talenta Kota Bandung

85 Ribu Hektare Kawasan Konsesi Perusahaan Terbakar akibat Karhutla.

Wali Kota Pontianak Apresiasi Relawan Tangani Karhutla dan Dampak Kualitas Udara.

Polres Tanah Laut Tingkatkan Penanganan Karhutla, Pemadaman Dipercepat.

357,59 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Banjarbaru Perkuat Penanganan.

Cegah Karhutla Meluas, Sekolah di Jambi Diimbau Gelar Shalat Istisqa.

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalimantan.

Yura Yunita Bikin Penonton Tegang! Terbang sebagai Mahadewi, Ternyata Naik Motor di Balik Panggung

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu 400 Meter! Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada

NeKat Buang Sampah Sembarangan di Ciracas, Warga Langsung Kena OTT dan Denda Rp500 Ribu

Siapkan Joran! Pemkot Tangerang Siram Situ Gede 1 Ton Ikan Lele untuk "Mancing Bersama"

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Berbahaya, Karhutla Kepung Perumahan Dekat Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalsel

Film “Jumbo” Tayang di AS, KJRI Houston Hadirkan Pemutaran Perdana

Prabowo Datangi Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal

Cip Penglihatan Hemat Energi Dikembangkan Tim Ilmuwan Dipimpin Tiongkok

Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang

Ngeri Banget, Uang Palsu Rp 36 Miliar Buatan Tangsel Akan Dicampur dengan Uang Asli dari Bank

Arema Resmi Dapat Amunisi Baru, Persija Pinjamkan Mauro Zijlstra ke Kanjuruhan

Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.