Kemenkes Dorong Bioteknologi Jadi Arah Pengobatan di Indonesia

Selasa, 07 Okt 2025, 17:45 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mendorong penerapan bioteknologi sebagai arah baru pengobatan di Indonesia. Langkah ini ditempuh seiring berkembangnya inovasi medis seperti terapi gen dan terapi sel.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang mendukung pengembangan teknologi tersebut. Ia menilai, pengobatan berbasis bioteknologi menjadi masa depan layanan kesehatan nasional.

Ket. Foto: — Sumber: Biro Humas BPOM

“Pemerintah ingin memberikan akses terhadap obat-obatan dan terapi baru yang lebih berkualitas. Maka perlu kehati-hatian agar berbagai metode modern baru ini tidak membebani masyarakat,” kata Budi seusai melakukan Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan BPOM Triwulan III 2025 di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (6/10).

Budi menjelaskan, pembahasan bersama telah dilakukan untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Kesehatan, BPOM, dan BPJS Kesehatan. Kedua lembaga sepakat mempercepat penyusunan regulasi agar inovasi medis tetap aman dan terjangkau.

“Kita ingin memastikan jangan sampai obat baru yang masih masa percobaan langsung diterapkan,” ujarnya. Ia menambahkan, kebijakan harus menjamin keamanan sekaligus efisiensi pembiayaan layanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menuturkan pihaknya bertugas mengawasi keamanan produk pasca-pemasaran. Ia menyebut pengawasan terhadap terapi berbasis sel menjadi salah satu fokus lembaganya.

BPOM, kata Taruna, juga terus meningkatkan kordinasi dengan Kemenkes untuk memperbarui aturan teknis terapi bioteknologi. Termasuk menyesuaikan peraturan terkait tenaga medis dan fasilitas pelayanan yang menyelenggarakan terapi tersebut.

“Kami pastikan semua yang sampai ke masyarakat itu aman dan memiliki efikasi yang terjamin,” ujar Taruna. Ia berharap penguatan regulasi ini dapat mendorong transformasi kesehatan tanpa mengorbankan keselamatan pasien.

Sebelumnya Kemenkes dan BPJS Kesehatan mengadakan Rapat Kordinasi bersama BPOM di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (6/10). Rakor ini membahas mengenai perkembangan tindak lanjut implementasi kebijakan dari lintas sektor di bidang kesehatan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.