- Home
-
- Megapolitan
-
- Hemat Biaya dan Tekan Emis...
Hemat Biaya dan Tekan Emisi Lewat Energi Baru Terbarukan di Jakbar
Selasa, 07 Okt 2025, 23:25 WIBJakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat berhasil menghemat biaya serta menekan emisi karbon dengan menerapkan energi baru terbarukan (EBT).
Kepala Suku Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Barat, Nur Kholis menyebutkan, penerapan EBT itu nampak dalam pembangunan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di enam lokasi.
"Di tahun ini akan membangun dua lokasi baru pemanfaatan PLTS," kata Nur Kholis di Jakarta, Selasa.
Dari pemanfaatan PLTS yang sudah ada, pihaknya mendapatkan hasil penghematan sejumlah rata-rata Rp1.000.000-Rp5.000.000 per triwulan untuk masing-masing lokasi dan mengurangi emisi gas sejumlah rata-rata 1-5 ton Co2 per triwulan.
Menurut dia, target pengembangan EBT yang tinggi mensyaratkan kontribusi pihak swasta dan masyarakat umum serta dibutuhkan iklim investasi yang mendukung percepatan pemanfaatan EBT.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi maka Kebijakan Energi Nasional (KEN) disusun dengan berdasarkan pada prinsip berkeadilan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan guna mendukung terciptanya kemandirian energi dan ketahanan energi nasional.
"Implikasi dari kebijakan ini adalah perlunya diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. "Salah satunya dengan mengembangkan EBT," kata dia.
Karena itu, dengan perspektif energi sebagai modal pembangunan, EBT memiliki peranan penting dalam mendorong sistem ekonomi hijau, berkelanjutan dan rendah karbon.
"Pembangunan dengan kesadaran jangka panjang ini sudah jadi tren pembangunan di seluruh dunia, menyikapi semakin naiknya populasi, kebutuhan manusia,L dan kegiatan manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan," katanya.
Selain mendorong penggunaan EBT, pihaknya juga telah melakukan kegiatan audit energi pada bangunan gedung pemerintah sebagai upaya implementasi Sistem Manajemen Energi (SME).
Adapun dua lokasi yang telah dilakukan audit energi adalah Kelurahan Cengkareng Timur dan Kelurahan Tanah Sereal. "Dari hasil audit tersebut direkomendasikan untuk pemanfaatan energi baru terbarukan (PLTS)," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Khawatir Bansos Dihapus, Banyak Warga Serang Takut Lapor Kematian Anggota Keluarga
-
Resmi! Pertamina NRE Catat Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina
-
Duolingo Gandeng Niki Ubah Lirik Lagu 'Backburner' Jadi Cara Seru Belajar Bahasa Inggris
-
MU Menang Dramatis atas Fulham, Benjamin Sesko Jadi Penyelamat
-
Pesan Tegas Wali Kota Palangka Raya untuk ASN Jelang Lebaran
-
Pemkot Kediri Gandeng Komunitas Mobil Klasik Promosikan Destinasi Wisata
-
Pemkab Cianjur Pertahankan Kelangsungan Beras Pandanwangi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.