• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Fenomena Supermoon Sangat ...

Fenomena Supermoon Sangat Mempengaruhi Perilaku Binatang

Selasa, 07 Okt 2025, 20:14 WIB

JAKARTA – Malam ini masyarakat dapat menyaksikan bulan yang begitu dekat dengan bumi, sehingga tampak 10 persen lebih besar dari hari-hari biasa. Guru Besar Bidang Ekologi Hewan Universitas Mataram (Unram) I Wayan Suana mengatakan fenomena supermoon dapat mempengaruhi perilaku hewan liar, terutama yang sensitif terhadap cahaya malam dan pasang surut air laut.

"Ada dua faktor pemicu utama perubahan perilaku hewan saat supermoon, yaitu cahaya bulan yang lebih terang dan pasang surut yang lebih ekstrem," ujarnya saat dihubungi di Mataram, Selasa.

Ket. Foto: supermoon — Sumber: ist

Suana menuturkan supermoon atau dikenal Bulan Purnama Perigean memancarkan cahaya yang lebih terang ketimbang fase purnama biasa, sehingga hewan darat dan hewan laut dapat terpengaruh oleh sinar supermoon tersebut.

Menurutnya, hewan laut mengalami perubahan waktu migrasi, pemijahan, dan perilaku makan. Sebagai contoh ikan dan invertebrata yang mengandalkan pasang surut air laut dapat lebih aktif saat supermoon.

Hewan laut yang bisa terpengaruh supermoon adalah penyu, ikan-ikan kecil, plankton, kepiting, dan predator laut yang mengandalkan cahaya. Sedangkan hewan darat yang perilakunya dapat terpengaruh akibat sinar supermoon adalah serangga malam, burung hantu, kelelawar, dan mamalia nokturnal.

Suana menjelaskan sama halnya dengan hewan darat, predator lebih mudah mencari mangsa dengan bantuan sinar bulan. Fenomena supermoon membuat mangsa lebih berhati-hati, bahkan mengurangi aktivitas saat malam hari.

"Hewan yang memang peka terhadap cahaya bulan (serangga malam, kelelawar) hampir selalu menunjukkan perubahan perilaku setiap kali ada supermoon," paparnya dosen yang mengajar pada Fakultas MIPA Unram tersebut.

Lebih lanjut Suana menjelaskan perubahan perilaku hewan juga bergantung pada keadaan musim, geografis, dan ekosistem. Penyu, misalnya, beraksi saat musim bertelur, begitu juga dengan ikan terpengaruh saat proses pemijahan.

Perilaku hewan juga menyesuaikan lamanya fenomena supermoon, yakni hanya satu malam. Sementara itu efek dari pasang surut ekstrem dapat dirasakan selama satu hingga tiga hari sebelum dan setelah fenomena tersebut dengan total pengaruhnya selama tiga sampai lima hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena supermoon pertama tahun ini terjadi pada 7 Oktober. Di Indonesia, supermoon terjadi pukul 10.47 WIB atau 11.48 waktu Nusa Tenggara Barat.

Saat fenomena terjadi jarak bumi dengan bulan sejauh 361.458 kilometer. Fenomena bulan purnama yang tampak besar tersebut dapat disaksikan secara langsung sejak 6 Oktober hingga 8 Oktober 2025 mendatang. Adapun fenomena supermoon selanjutnya kembali menghiasi langit Indonesia pada 5 November 2025 pukul 20.19 WIB dan 4 Desember 2025 pukul 06.14 WIB.

  • Fenomena Supermoon

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.