Prajurit TNI Diminta Waspadai Provokasi dan Penyalahgunaan Medsos

Senin, 06 Okt 2025, 03:06 WIB

BANDUNG - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya akan kewaspadaan prajurit terhadap provokasi dan penyalahgunaan media sosial (medsos) yang dapat mengganggu soliditas dan sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rakyat dan lembaga negara lainnya.

Hal itu disampaikan Agus dalam amanat yang dibacakan Wakil Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Wadan Kodiklatad) Mayor Jenderal TNI Izak Pangemanan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Minggu (5/10).

Ket. Foto: Upacara HUT ke-80 TNI, pembacaan amanat dari Panglima TNI di Makodam III Siliwangi, Bandung, Minggu (5/10/2025). — Sumber: Antara

“Setiap prajurit diminta untuk tidak mudah terprovokasi isu yang dapat memecah belah TNI, merusak sinergitas antar-lembaga, dan menghancurkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Izak.

Panglima TNI juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial dan meminta agar seluruh prajurit menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Jangan latah berkomentar maupun menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Mengusung tema “TNI PRIMA – TNI Rakyat – Indonesia Maju” dalam HUT ke-80 TNI, Agus menegaskan bahwa TNI harus senantiasa menjaga profesionalisme, responsif terhadap situasi, integratif, modern, dan adaptif dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis. “Tema ini menegaskan bahwa TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk rakyat,” ujar Izak.

Dalam amanatnya, Panglima TNI juga memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk memperkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga soliditas internal serta meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat.

Selain itu, prajurit diminta untuk melaksanakan tugas dengan ikhlas serta menghindari tindakan yang melawan hukum dan dapat merugikan masyarakat.

Profesional dan Modern

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani berharap TNI semakin profesional dan modern pada HUT Ke-80 ini. “TNI adalah benteng pertahanan bangsa yang selalu setia menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern, dan terus menjadi kebanggaan bangsa bersama rakyat Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, delapan dekade pengabdian TNI mencerminkan perjalanan panjang bangsa dalam membangun pertahanan yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, dia meyakini peran TNI kian penting.

“Mulai dari kompetisi geopolitik, ancaman keamanan non-tradisional, hingga disrupsi teknologi dan informasi, peran TNI tidak hanya sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai garda terdepan menjaga stabilitas nasional yang menjadi prasyarat bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Oleh karena itu, dalam momentum peringatan HUT Ke-80 TNI, Puan kembali mengingatkan agar TNI meningkatkan kekuatan teknologi dan strategi menghadapi tantangan global yang disertai dengan inovasi agar menjadi tentara modern dan profesional. Ant/S-2

  • hut tni

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.