Miris! Pengelolaan Kilang Pertamina Dinilai Buruk, Ancam Kinerja Energi Nasional!

Senin, 06 Okt 2025, 00:00 WIB

Berulangnya insiden kebakaran kilang Pertamina menunjukkan bukan hanya kelalaian teknis, tapi juga lemahnya budaya keselamatan di tingkat operasional maupun manajemen.

JAKARTA – Kebakaran kilang Pertamina RU II Dumai, Riau, Rabu (1/10), menunjukkan buruknya pengelolaan infrastruktur minyak dan gas bumi (migas) Pertamina. DPR RI mendesak pembehan tata kelola infrastruktur perusahaan berpelat merah, jangan parsial tetapi harus menyeluruh.

Ket. Foto: Sektor Migas - Sejak 2008, Insiden Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Terjadi Sebanyak Empat Kali — Sumber: antara

Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir menegaskan Kementerian BUMN (BP BUMN) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen risiko Pertamina dan memastikan langkah pembenahan diimplementasikan dengan cepat dan terukur. “Sudah saatnya Pertamina bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang aman dan terpercaya. Tidak boleh ada lagi korban dan kerugian akibat kelalaian,” tegas Jalal dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (5/10).

Dia menekankan kebakaran kilang tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang biasa. "Ini persoalan serius yang menyangkut keselamatan, keamanan energi nasional, dan kepercayaan publik. Harus dihentikan selamanya,” tegasnya.

Menurut Jalal, kejadian berulang ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengamanan dan penerapan standard operational procedure (SOP). Dia menilai perlu adanya revolusi sistem keselamatan, bukan sekadar perbaikan parsial.

“SOP dan sistem otomatis pengamanan kilang harus sangat dikuatkan dan ditingkatkan. Pertamina harus memiliki sistem deteksi dini dan pemadam otomatis yang bekerja cepat dan akurat. Tidak boleh lagi bergantung pada reaksi manual yang lambat,” lanjutnya.

Karena itu, dia memaparkan sejumlah langkah konkret yang perlu segera dilakukan Pertamina, pertama, audit menyeluruh SOP operasional dan keselamatan di seluruh kilang minyak. Kedua, penerapan sistem otomatis untuk deteksi kebocoran, kebakaran, dan shutdown darurat.

Ketiga, latihan rutin dan simulasi insiden agar seluruh personel tanggap terhadap potensi bahaya. Keempat, transparansi dan akuntabilitas jika terjadi pelanggaran atau kelalaian. Kelima, kolaborasi dengan lembaga pengawas independen dan aparat keselamatan nasional.

Dia juga menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja Pertamina. “Budaya keselamatan harus menjadi DNA setiap pekerja. Tidak ada kompromi terhadap keselamatan,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

Sebagai BUMN strategis yang mengelola aset vital negara, Pertamina, menurut Haji Jalal, memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Setiap kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengancam keselamatan warga sekitar dan merusak kepercayaan publik.

Insiden Berulang

Seperti diketahui, ledakan dan kebakaran di Kilang Pertamina Dumai bukan pertama kali terjadi. Masalah serupa terjadi pada 2008 pada tangki berkapasitas 5.000 kiloliter yang terbakar.Kemudian insiden kelam terjadi pada 2014 menewaskan beberapa orang. Kemudian pada 2023 ledakan dan kebakaran gas kompresor yang melukai sembilan pekerja. Terbaru pada 1 Oktober 2025, ledakan dan kebakaran kembali terjadi dengan nihil korban.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, menegaskan kebakaran yang terjadi tersebut tidak mengganggu operasional kilang. Kementerian ESM sendiri juga telah mengirimkan tim untuk mengungkap apa yang menjadi sebab dari kebakaran tersebut.

"Tapi kan secara globalnya pada saat malam terjadinya pun, tengah malam kita sudah dikasih info sama GM-nya bahwa tidak mengganggu operasi yang ada. Jadi yang penting itu,"ungkapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.