Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemiskinan Sleman Turun Drastis! Terendah Sejak Sebelum Pandemi COVID-19

📅 Senin, 06 Okt 2025, 17:49 WIB | Oleh:
Kemiskinan Sleman Turun Drastis! Terendah Sejak Sebelum Pandemi COVID-19 Doc: ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
Ket. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

SLEMAN - Angka kemiskinan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, turun signifikan menjadi 6,71 persen pada Maret 2025. Penurunan sebesar 0,75 poin ini menjadi yang tertinggi di DIY dan bahkan menembus rekor terendah sejak sebelum pandemi COVID-19.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan tajam.

"Pada Maret 2025 persentase kemiskinannya sebesar 6,71 persen, sedang pada tahun sebelumnya sebesar 7,46 persen, dengan demikian terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 0,75 poin," kata Danang di Sleman, Senin.

Menurut dia, angka penurunan ini jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Poin penurunan tahun lalu, dari 2023 ke 2024, hanya sebesar 0,06 poin.

"Hal itu memacu Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman bersama para pelaku lainnya untuk lebih inovatif dalam bekerja. Dan hasilnya tahun ini mencapai angka penurunan terbanyak dibanding kabupaten/kota lain di DIY," katanya.

Danang Maharsa yang juga merupakan Ketua TKPK Kabupaten Sleman menyambut gembira pencapaian tersebut dan mengapresiasi jerih-payah semua pihak seraya mengajak untuk menjaga pencapaian itu.

"Kita harus terus berinovasi dengan program-program yang tepat sasaran agar angka kemiskinan di Kabupaten Sleman semakin kecil," katanya.

Ia mengatakan, dengan angka kemiskinan tahun ini sebesar 6,71 persen, berarti Sleman telah mencapai hasil yang lebih baik dibanding periode sebelum pandemi COVID-19. Tahun 2019 persentase kemiskinan Kabupaten Sleman sebesar 7,41 persen. Saat terjadi pandemi (2020-2021), angka tersebut mengalami kenaikan.

"Sesudah pandemi berakhir, persentase kemiskinan mulai turun tetapi tetap lebih tinggi dibanding 2019. Baru pada 2025 inilah persentasenya menjadi lebih rendah," katanya.

Danang mengatakan, jika dilihat angka nominalnya, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sleman pada 2025 sebanyak 89.280 jiwa. Tetapi perlu dicatat bahwa angka itu didapat dari survei dengan populasi seluruh warga yang berdomisili di Kabupaten Sleman.

"Jadi jika yang dihitung hanya warga yang ber-KTP Sleman, bisa jadi angkanya lebih rendah," katanya.

Untuk mempertahankan prestasi itu, Danang berharap para panewu (camat) mempercepat pelaksanaan revitalisasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) tingkat kapanewon (kecamatan), kalurahan, dan padukuhan.

"Saya banyak berharap pada peran TPK, sebab merekalah yang benar-benar mengetahui kondisi warganya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.