Trump Nyatakan AS Terlibat Konflik Bersenjata dengan Kartel Narkoba

Jumat, 03 Okt 2025, 08:36 WIB

WASHINGTON - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam "konflik bersenjata" dengan kartel narkoba, kata pemerintahannya dalam pemberitahuan yang dikirimkan kepada Kongres setelah serangan baru-baru ini terhadap kapal-kapal di lepas pantai Venezuela.

Surat yang salinannya diperoleh AFP pada hari Kamis (2/10), dirancang sebagai pembenaran hukum untuk tiga serangan baru-baru ini di perairan internasional yang telah menewaskan sedikitnya 14 orang.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan para pemimpin militer senior yang diselenggarakan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, di Pangkalan Korps Marinir Quantico di Quantico, Virginia, AS, 30 September 2025. — Sumber: PBS/Reuters

Pemerintahan Trump telah mengerahkan kapal militer ke Laut Karibia untuk melawan penyelundup narkoba di tengah meningkatnya ketegangan dengan Presiden kiri Venezuela Nicolas Maduro.

"Presiden menetapkan kartel-kartel ini sebagai kelompok bersenjata non-negara, menetapkan mereka sebagai organisasi teroris, dan menetapkan bahwa tindakan mereka merupakan serangan bersenjata terhadap Amerika Serikat," demikian bunyi pemberitahuan dari Pentagon tersebut.

Pemberitahuan itu juga menyebut tersangka penyelundup sebagai "pejuang yang melanggar hukum."

Serangan AS baru-baru ini menargetkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela, tetapi para ahli hukum meragukan legalitas tindakan Washington.

"Seperti yang telah kami katakan berkali-kali, presiden bertindak sesuai dengan hukum konflik bersenjata untuk melindungi negara kita dari mereka yang mencoba membawa racun mematikan ke pantai kita," kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, kepada AFP.

"Dia menepati janjinya untuk memberantas kartel dan menghilangkan ancaman keamanan nasional ini yang membunuh lebih banyak warga Amerika." 

Provokasi 

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan catatan itu dikirim ke Kongres setelah serangan tanggal 15 September, dan menambahkan bahwa hal itu diamanatkan secara hukum setelah serangan yang melibatkan militer AS.

"Itu tidak menyampaikan informasi baru," kata pejabat itu kepada AFP.

Ketegangan meningkat akibat serangan dan peningkatan kekuatan angkatan laut AS.

Venezuela pada Kamis mengatakan telah mendeteksi "serangan ilegal" oleh lima jet tempur AS yang terbang "75 kilometer dari pantai kami." 

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengecam penerbangan tersebut sebagai "provokasi" dan "ancaman terhadap keamanan nasional kita."

Sementara itu, pernyataan pemerintah negra itu menuduh Amerika Serikat melanggar hukum internasional dan membahayakan penerbangan sipil di Laut Karibia.

Trump bulan lalu mengirimkan 10 pesawat F-35 ke Puerto Riko, wilayah AS di Karibia, sebagai bagian dari pengerahan militer terbesar di wilayah tersebut dalam lebih dari tiga dekade.

Ia juga mengirim delapan kapal perang dan satu kapal selam nuklir ke wilayah tersebut sebagai bagian dari operasi untuk memerangi perdagangan narkoba melintasi Karibia ke Amerika Serikat.

Setelah dua pesawat militer Venezuela mendekati kapal angkatan laut Amerika bulan lalu, Trump memperingatkan Caracas bahwa jet-jet tempurnya akan "ditembak jatuh" jika insiden serupa terulang kembali.

Maduro menuduh Trump melakukan upaya rahasia untuk membawa perubahan rezim.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.