F1 Terapkan Status “Heat Hazard” Pertama Kali di GP Singapura
Jumat, 03 Okt 2025, 09:00 WIBSINGAPURA - Grand Prix Singapura akhir pekan ini resmi dinyatakan sebagai âHeat Hazardâ pertama dalam sejarah Formula One. Pengumuman tersebut disampaikan Kamis (2/10), sekaligus menandai pertama kalinya aturan baru untuk membantu pembalap menghadapi suhu ekstrem diberlakukan.
Race director Rui Marques menyatakan, keputusan ini diambil setelah prakiraan cuaca resmi memprediksi suhu udara akan mencapai atau melebihi 31 derajat Celsius selama balapan. Dengan status ini, para pembalap diperbolehkan menggunakan rompi pendingin khusus.
âSetelah menerima prakiraan dari Layanan Cuaca resmi yang memperkirakan Indeks Panas akan melampaui 31 derajat Celsius pada suatu waktu saat lomba⦠maka status Heat Hazard dinyatakan,â kata Marques.
Sirkuit jalan raya Marina Bay dikenal sebagai salah satu trek paling menguras fisik di kalender F1. Kombinasi lintasan bergelombang, kelembapan tinggi, serta durasi balapan malam yang kerap menyentuh batas maksimal dua jam membuat tantangan semakin berat. Para pembalap bahkan bisa kehilangan hingga tiga kilogram berat badan sepanjang balapan.
Rompi pendingin dilengkapi pipa berisi cairan pendingin yang terhubung dengan pompa dan penukar panas. Namun, dalam uji coba, sejumlah pembalap mengeluhkan rasa tidak nyaman akibat ruang kokpit yang sempit.
Karena itu, FIA menegaskan penggunaan rompi pendingin tidak bersifat wajib. Meski begitu, seluruh mobil harus dipasangi perangkat yang memungkinkan rompi berfungsi. Bagi pembalap yang memilih tidak mengenakannya, mobil mereka akan diberi tambahan beban 0,5 kilogram agar tidak mendapat keuntungan dari pengurangan bobot.
Dalam balapan F1, setiap kilogram yang dihemat dapat mengurangi waktu putaran hingga sepersepuluh detik, sebuah keunggulan besar di lintasan.
Sistem rompi pendingin ini mulai dikembangkan setelah GP Qatar 2023, di mana sejumlah pembalap memerlukan perawatan medis akibat kelelahan ekstrem. George Russell sempat menjajal perangkat tersebut di GP Bahrain awal tahun ini dan memberi penilaian positif.
âTentu saja masih ada ruang untuk penyempurnaan,â ujar pembalap Mercedes itu. âSaya ingin mencobanya. Sejauh ini, hasilnya cukup baik.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Korsel-Ukraina Bahas Tawanan Perang Korut
-
Jadi Korporasi Agroindustri Berdaya Saing Global, Berikut Arahan Abdul Rivai Ras Menuju Transformasi PTPN I
-
Presiden Trump Ingin AS Kembali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Perkuat Transparansi! Ditjen Polpum Evaluasi Kinerja TW II
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
-
Bupati Magelang Resmikan Wayang Relief di Borobudur, Inovasi Budaya Angkat Warisan Candi Jadi Karya Modern
-
Komut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Jadi Kunci Pelayanan kepada Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.