Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Pemerintah Putuskan Gunakan Alat Berat untuk Pindahkan Reruntuhan Bangunan

Kamis, 02 Okt 2025, 14:52 WIB

SIDOARJO — Pemerintah mengambil keputusan untuk mulai menggunakan alat berat guna memindahkan puing-puing bangunan pondok pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur yang runtuh menimpa ratusan orang yang sedang melaksanakan shalat pada Senin (29/9).

Keputusan tersebut diambil setelah tiga hari melakukan pencarian korban, dengan pertimbangan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.

Ket. Foto: Tim penyelamat membawa seorang korban yang berhasil dikeluarkan dari bangunan runtuh di pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 1 Oktober 2025. — Sumber: AP

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kamis (2/10) mengatakan kepada wartawan di lokasi kejadian bahwa keputusan tersebut telah dibuat setelah berkonsultasi dengan keluarga korban yang masih hilang. Disebutkan 60 orang hingga saat ini masih belum ditemukan.

Lima santri telah dievakuasi dalam kondisi selamat hari Rabu (1/10) oleh tim penyelamat yang menggali terowongan ke dalam reruntuhan hanya dengan menggunakan peralatan tangan.

Pratikno mengatakan pekerjaan akan dilanjutkan dengan sangat hati-hati meskipun tidak ada lagi terdeteksi tanda-tanda kehidupan.

“Bagaimanapun, kami akan sangat, sangat berhati-hati saat menggunakan alat berat,” kata Pratikno dilansir dari Associated Press.

Bangunan masjid runtuh menimpa ratusan orang di pondok pesantren Al Khoziny yang berusia seabad di Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (29/9).

Menurut pihak berwenang, bangunan itu berlantai dua, namuna dua lantai lagi sedang dibangun tanpa izin. Polisi mengatakan fondasi bangunan lama tampaknya tidak mampu menopang dua lantai beton dan runtuh selama proses pengecoran.

Sejauh ini, lima orang dipastikan tewas, dan dari sekitar 105 orang yang terluka, lebih dari dua lusin masih dirawat di rumah sakit, banyak yang menderita cedera kepala dan patah tulang.

Para santri sebagian besar adalah anak laki-laki kelas tujuh hingga dua belas, berusia antara 12-19 tahun. Santri perempuan sedang shalat di bagian lain gedung dan berhasil melarikan diri, kata para penyintas.

Hampir 220 petugas berada di lokasi pada hari Kamis dengan ambulans yang siap membawa korban ke rumah sakit. Namun, pihak berwenang juga membawa sejumlah besar kantong jenazah, sebuah pengakuan tersirat bahwa kemungkinan menemukan korban selamat semakin mengecil.

"Kami tidak lagi mempertimbangkan kemungkinan adanya korban selamat yang masih tersisa, tetapi kami akan tetap bertindak hati-hati," kata Suharyanto, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jumlah orang hilang berubah-ubah selama tiga hari upaya pencarian korban, Suharyanto mengakui pihak berwenang masih belum yakin berapa banyak siswa yang mungkin tertimbun, setelah membuat perkiraan berdasarkan angka kehadiran di sekolah dan informasi dari keluarga.

"Kami sangat berharap 59 orang ini tidak berada di bawah reruntuhan," ujarnya. "Sebelumnya, orang tua melaporkan anak-anak mereka hilang, tetapi ternyata anak-anak mereka berada di tempat lain — saya berharap dan berdoa agar mereka tidak ada di sana."

Pada Rabu malam, ratusan anggota keluarga masih cemas menunggu kabar dari orang-orang terkasih mereka di asrama tempat mereka tiba setelah mendengar tentang insiden tersebut pada hari Senin. Mereka memenuhi koridor sekolah dengan kasur yang disediakan pemerintah setempat untuk tidur, dan diberi makanan, camilan, serta minuman.

“Saya tidak bisa menyerah, saya harus yakin anak saya masih hidup, dia anak yang hiperaktif... dia sangat kuat,” kata Hafiah, orangtua salah satu korban.

Putranya, Muhammad Abdurrohman Nafis, berusia 15 tahun dan duduk di kelas sembilan.

Dia mengatakan Nafis akan lulus dari sekolah menengah pertama al Khoziny dalam beberapa bulan dan ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah teknik mesin.

  • Ponpes Ambruk

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.