Sentimen Negatif Membayangi, 1 Oktober 2025

Rabu, 01 Okt 2025, 08:55 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi tertekan dalam perda­gangan di pasar uang antarbank tengah pekan ini. Perge­rakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen internal dan eks­ternal yang masih dibayangi ketidakpastian.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi melihat rupiah bakal terpan­garuh pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi In­donesia oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) pada 2025 menjadi 4,9 persen dari 5 persen, serta pada 2026 menjadi 5 persen dari 5,1 persen. Pemangkasan didasarkan pada dampak gejolak perdagangan global dan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dari sisi eksternal, lanjutnya, pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang kebijakan tarif baru terhadap mitra dagang global turut memberi tekanan tambahan. Karena­nya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dol­lar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (1/10), bergerak fluktuatif dengan potensi ditutup mele­mah di kisaran 16.660–16.710 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (30/9) sore, menguat se­besar 15 poin atau 0,09 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.665 rupiah per dollar AS.

Ibrahim menilai penguatan rupiah dipicu peningkatan keyakinan Kongres AS tak akan mampu mencegah penu­tupan pemerintah (government shutdown). “Kongres me­miliki waktu hingga tengah malam, 30 September (04.00 GMT, Rabu) untuk mengesahkan RUU anggaran dan meng­hindari penutupan ratusan lembaga federal,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.