Marquez Bidik Akhiri Kutukan Mandalika, MotoGP Indonesia 2025 Siap Menggelegar

Rabu, 01 Okt 2025, 13:38 WIB

JAKARTA – MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok, akhir pekan ini bakal jadi panggung penting bagi Marc Marquez. Juara dunia asal Spanyol itu datang dengan tekad besar: mengakhiri catatan buruknya yang belum pernah finis pada balapan utama di Mandalika sejak sirkuit tersebut masuk kalender MotoGP pada 2022.

Marquez, yang kini membela Ducati, tak menutup perasaan campur aduknya setiap kali tampil di Lombok.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan MotoGP Mandalika. — Sumber: Antara

“Rasanya seperti love-hate relationship, bukan dengan orang-orangnya, tapi dengan sirkuitnya. Saya selalu punya pertarungan menarik di sini, tapi belum pernah finis pada balapan hari Minggu. Selalu ada halangan, entah cedera, kecelakaan, atau masalah mesin,” ujar Marquez saat singgah di Jakarta sebelum terbang ke Lombok.

Musim ini, dengan performa stabil bersama Ducati sekaligus status juara dunia, optimisme Marquez meningkat. Ia menegaskan tak ingin kutukan Mandalika berlanjut. “Saya harus optimis, karena saya belum pernah finis di Mandalika,” katanya.

Balapan di Mandalika juga krusial bagi Marquez dalam menjaga posisi Ducati di klasemen. Kehadiran puluhan ribu penonton Indonesia diprediksi menjadi energi tambahan baginya. “Atmosfer di Mandalika selalu luar biasa. Itu sebabnya saya ingin memberi hasil terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 juga berlangsung intensif. Seluruh logistik balapan, mulai dari motor, suku cadang, hingga perangkat paddock, telah mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Lombok, pada tanggal 29–30 September.

Barang-barang tersebut tiba dalam lima gelombang penerbangan kargo Qatar Airways Boeing 777 Freighter dari Narita, Jepang, dengan total bobot ratusan ton. Dua kargo pertama membawa 81,6 ton dan 93,4 ton, disusul tiga gelombang berikutnya dengan 77 ton, 58,9 ton, dan terakhir 80 ton.

Setibanya di Lombok, seluruh logistik MotoGP, Moto2, dan Moto3 langsung melalui proses administrasi, disegel Bea Cukai, lalu didistribusikan ke Sirkuit Mandalika. Proses ini penting agar tim bisa segera merakit motor, menyiapkan paddock, serta melakukan penyesuaian teknis sebelum sesi latihan resmi dimulai.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menekankan pentingnya kelancaran distribusi.

“Semua motor, peralatan, dan perlengkapan tim harus tiba tepat waktu, dalam kondisi aman, dan siap digunakan. Tahun ini tantangannya lebih besar karena jadwal back to back race dari Jepang ke Mandalika sangat mepet,” ujarnya.

Menurut Priandhi, koordinasi lintas instansi menjadi faktor kunci. “Kami bersyukur proses berjalan lancar. Dengan dukungan Bea Cukai, KEK Mandalika, maskapai, dan semua stakeholder, kebutuhan tim balap dapat terpenuhi sesuai jadwal,” tambahnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.