21 Bangunan Tidak Aman Pasca Gempa Flores: PU Bangun Kembali Fasilitas Publik, Utamakan Kearifan Lokal
Jumat, 28 Agu 2026, 23:21 WIBMANGGARAI â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan penanganan bangunan layanan publik terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan secara cepat dengan tetap menjaga kearifan lokal dan melibatkan masyarakat setempat.
Hal itu ditegaskan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (28/8).
âKalau bangunan kita kerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga. Jadi harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut,â kata Menteri Dody.
Ia meminta hasil asesmen menjadi dasar utama penanganan. Bangunan yang masih bisa diperbaiki akan direhabilitasi. Sementara bangunan rusak berat akan dibangun kembali dengan konstruksi lebih kuat sesuai wilayah rawan gempa.
âKearifan lokalnya jangan sampai hilang. Kalau gereja ya koordinasi dengan pastornya. Kalau masjid koordinasi dengan takmir,â tegasnya.
Menteri Dody menekankan penerapan kearifan lokal tidak mengurangi standar keselamatan. Seluruh bangunan yang diperbaiki atau dibangun kembali harus diperkuat agar tahan gempa.Â
âBangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,â ujarnya.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip build back better, yaitu membangun kembali dengan kualitas lebih baik, lebih aman, dan lebih tahan bencana. Kementerian PU juga mewajibkan pelibatan masyarakat dalam proses rehab-rekon agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.
âWajib melibatkan masyarakat setempat, sehingga masyarakat setempat tidak kehilangan pencaharian. Mereka bisa kembali mendapatkan pencahariannya dengan ikut terlibat dalam semua proses rehab-rekon di area yang paling terdampak,â pungkas Menteri Dody.
350 Bangunan Diperiksa, 21 Tidak Aman Digunakan
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Cipta Karya hingga 26 Agustus 2026, pemeriksaan cepat telah dilakukan di 66 lokasi pada 7 kabupaten terdampak di NTT: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Dari 350 bangunan gedung yang diperiksa, hasilnya:Â
1. 229 bangunan dapat digunakan kembali
2. 49 bangunan dapat digunakan secara terbatas Â
3. 21 bangunan tidak aman untuk digunakan
Pendataan diprioritaskan pada fasilitas pelayanan dasar masyarakat seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan fasilitas publik lainnya.
Penanganan akan dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sesuai kewenangan dan hasil asesmen.
- Fasilitas Publik
- Bangunan Rusak
- Kementerian PU
- Bangun Infrastruktur
- gempa ntt
- gempa Flores
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Cuaca Jakarta Rabu: Hujan Diperkirakan Turun Sore hingga Malam, Cek Detailnya
-
Aluminium RI Naik Kelas, INALUM Rilis Sertifikat Low Carbon di Forum Dunia
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Manchester City Melawan, Bantah Bersalah Dakwaan Premier League
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.