Sekolah Sehat Jiwa, Upaya Cegah Bullying dan Gangguan Psikologis

Selasa, 30 Sep 2025, 17:30 WIB

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kembali menyelenggarakan Orientasi Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) bagi guru serta siswa SMP atau sederajat. Program ini diharapkan mampu membentuk lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan peduli terhadap kesehatan jiwa seluruh warganya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Iva Kusdyarini, menjelaskan bahwa SSJ merupakan bagian dari Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Upaya Kesehatan Jiwa 2024–2028.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Yogya

“Melalui program ini, guru dan siswa dibekali pengetahuan dasar tentang kesehatan jiwa, keterampilan mendeteksi dini masalah psikologis, hingga kemampuan memberikan konseling sederhana dan melakukan rujukan ke Guru BK atau psikolog puskesmas,” ungkap Iva, Senin (29/9).

Ia menambahkan, kegiatan SSJ bertujuan memperkuat kapasitas sekolah dalam pencegahan, pemantauan, dan penanganan awal masalah kesehatan jiwa.

“Guru dan siswa dilatih untuk mengamati, mendengarkan, melakukan skrining, serta menghubungkan siswa yang membutuhkan ke layanan rujukan sesuai prinsip Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid/P3LP). Harapannya, akan terbentuk "first aider" di sekolah yang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini masalah psikologis,” jelasnya.

Program SSJ mulai dijalankan pada 2023 sebagai proyek percontohan di empat sekolah, yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 7, SMP Taman Dewasa Jetis, dan SMP Bopkri 3. Tahun 2025, program diperluas ke SMP Negeri 8, SMP Negeri 10, SMP Kanisius Gayam, serta MTs Mu’allimat Yogyakarta. Kegiatan orientasi tahun ini berlangsung 8–11 September 2025, dengan 42 peserta yang terdiri atas guru BK, guru UKS, dan tujuh siswa dari masing-masing sekolah terpilih.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data serta Sistem Informasi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menuturkan SSJ dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, melalui pelatihan bagi guru dan siswa yang berperan sebagai agen teman sebaya dalam penanggulangan masalah kesehatan jiwa. Kedua, optimalisasi peran guru UKS, guru BK, serta jejaring puskesmas dalam pencegahan dan pengendalian masalah psikologis di sekolah.

“Dengan adanya program ini, kita berharap sekolah bisa menjadi tempat belajar yang aman dan sehat, sekaligus mampu merespons permasalahan kesehatan jiwa siswa, termasuk mencegah kasus bullying yang saat ini masih marak,” kata Lana.

Ia menambahkan, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi pada remaja di Indonesia mencapai sekitar 2 persen, namun hanya 10,4 persen yang mencari pengobatan. “Melalui Sekolah Sehat Jiwa, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya memberikan intervensi preventif agar masalah kesehatan jiwa dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat,” ujarnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.