Pulihkan Akses Masyarakat Nagekeo NTT, Pemasangan Jembatan Bailey Teodhae 1 Rampung Pekan Ini
Selasa, 30 Sep 2025, 20:02 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemasangan Jembatan Bailey Teodhae 1 sebagai solusi tanggap darurat atas amblasnya jalan daerah Sawu, tepatnya STA 18.300 dari simpang Gako, Mauponggo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap perakitan rangka baja jembatan di lokasi, pembangunan pondasi pasangan batu dengan bronjong kawat dilapisi galvanis, serta penyiapan dek jembatan dan gelagar dengan total progres mencapai 50,85 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan jembatan darurat ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam memulihkan akses masyarakat yang sempat terputus akibat bencana. âKerja sama antara Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan TNI Kodam IX/Udayana menunjukkan semangat gotong royong dalam percepatan pemulihan pasca bencana,â kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa (30/9).
Kepala BPJN NTT Janto, menyampaikan pemasangan Jembatan Bailey Teodhae 1 ditargetkan selesai pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Dalam pelaksanaan di lapangan, pekerjaan melibatkan 13 tenaga kerja dengan dukungan peralatan berat, seperti excavator, truck crane, serta genset untuk mempercepat perakitan.
Pembangunan jembatan bailey dilakukan secara bertahap, mulai dari perakitan rangka baja di lokasi, pembangunan pondasi pasangan batu dengan bronjong kawat galvanis, pemasangan rangka di atas pondasi atau perancah, hingga penambahan dek jembatan dan gelagar. Dengan tahapan tersebut, diharapkan jembatan darurat dapat segera berfungsi maksimal.
Selain Teodhae 1, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan pondasi Jembatan Bailey Teodhae 2 dengan panjang bentang 30 meter. Jembatan ini dikerjakan langsung oleh Tim Kodam IX/Udayana. Tidak hanya itu, penanganan darurat juga direncanakan untuk Jembatan Jero progres 15,98%, pemasangan duiker (gorong-gorong) Kelewae progres 18,52%, serta dua duiker di Lajawajo 1 progres 10,26% dan Lajawajo 2 progres 16,48%.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, pada Senin (8/9/2025) lalu. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat dan meluap, mengikis badan jalan hingga amblas dan memutus akses transportasi masyarakat.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus melakukan percepatan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah terdampak bencana. Kehadiran jembatan bailey darurat diharapkan mampu segera memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Nagekeo dan sekitarnya.Â
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Kementerian PU
- Dampak Banjir Bandang di Nagekeo
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gas Pol! PU Bangun Jembatan Bailey 90 Meter Demi Sekolah Rakyat Brebes
-
Tahan Gempa dan Angin Kencang! Ini Spesifikasi Canggih SPPG Kementerian PU di Babel
-
Jalan, Irigasi, Sekolah Rakyat Dikebut: Kementerian PU Kawal Ketat Program Prioritas Presiden
-
Sempat Ada Masalah Beton: Kini Sekolah Rakyat Wonosobo Tancap Gas 40%, Target Juli Masuk Sekolah
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Progres Rata-Rata 59 Persen, Menteri PU Pastikan Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.