Russia Hujani Ukraina dengan Serangan Besar-Besaran Drone dan Rudal, Ledakan Masih Berlanjut Di Kyiv

Minggu, 28 Sep 2025, 17:30 WIB

JAKARTA – Russia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina dengan mengerahkan puluhan drone dan rudal. Serangan yang dimulai Minggu dini hari itu memicu kepanikan warga karena ledakan terus terdengar di berbagai kota besar.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut gelombang serangan ini sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun 2025. Target utama disebut mencakup infrastruktur energi, pangkalan militer, serta fasilitas penting di jantung kota.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Militer Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh sejumlah drone Shahed buatan Iran yang digunakan dalam serangan tersebut. Namun, beberapa rudal jarak jauh dilaporkan berhasil menghantam wilayah padat penduduk dan menyebabkan kerusakan.

“Serangan masih berlangsung, sistem pertahanan udara kami bekerja maksimal,” demikian pernyataan resmi Angkatan Bersenjata Ukraina.

Kota Kyiv menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dengan suara ledakan yang terus menggema sepanjang pagi. Warga melaporkan adanya kobaran api besar di dekat kawasan industri setelah rudal menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar.

Selain Kyiv, serangan juga meluas ke kota Kharkiv, Odesa, hingga Dnipro yang disebut sebagai pusat logistik penting. Serangan tersebut memperlihatkan pola konsisten Rusia dalam menekan jalur pasokan dan energi Ukraina.

Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa serangan kali ini adalah bentuk teror yang ditujukan untuk melemahkan semangat rakyat. Presiden Volodymyr Zelensky dilaporkan terus memantau situasi dari pusat komando nasional.

“Russia berusaha menghancurkan ketahanan kami dengan serangan kejam, tapi Ukraina akan melawan sampai akhir,” kata Zelensky dalam pernyataan singkatnya.

Sementara itu, Russia mengklaim bahwa operasi militer tersebut menargetkan infrastruktur militer dan tidak menyasar warga sipil. Pernyataan ini langsung dibantah oleh pihak Ukraina yang menyebut banyak korban jatuh dari kalangan masyarakat.

Pengamat militer menilai eskalasi terbaru ini menandakan strategi Russia yang ingin memperlemah Ukraina menjelang musim dingin. Serangan terhadap fasilitas energi disebut berpotensi membuat jutaan warga menghadapi krisis listrik.

Serangan yang masih berlangsung hingga berita ini diturunkan juga memicu reaksi internasional. Negara-negara Barat segera mengecam keras tindakan Russia dan berjanji akan meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina.

Uni Eropa menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan. Mereka mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan darurat terkait perkembangan terbaru.

Situasi di lapangan terus berubah dengan laporan tambahan serangan udara yang belum dapat diverifikasi. Militer Ukraina menyatakan seluruh unit pertahanan tetap siaga penuh menghadapi kemungkinan gelombang lanjutan.

Dengan serangan besar-besaran ini, perang Russia-Ukraina kembali memasuki fase yang lebih berbahaya. Masa depan kawasan Eropa Timur kian diliputi ketidakpastian seiring meningkatnya agresi militer Moskow.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.