Bukan Radang Sendi, Nyeri Kaki Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Tersembunyi
Minggu, 28 Sep 2025, 14:31 WIBJAKARTA - Nyeri dan kelemahan pada kaki sering kali dianggap sebagai radang sendi atau kram, namun bisa jadi pertanda penyakit jantung tersembunyi.
Dokter spesialis jantung intervensi di Apollo Spectra Hospital, Chennai, Dr. Palani Kannan menyampaikan bahwa kondisi nyeri kaki bisa menjadi gejala tersembunyi penyakit jantung yang dikenal sebagai Peripheral Arterial Disease (PAD).
âBanyak orang mengira nyeri tersebut disebabkan oleh artritis pada pinggul, pergelangan kaki, atau telapak kaki. Akibatnya, kondisi ini sering tidak terdiagnosis. Jenis yang paling umum adalah PAD pada tungkai bawah, di mana aliran darah ke kaki berkurang,â kata kata dokter Palani, dikutip dari HindustanTimes, Jumat (26/9).
Biasanya, gejala penyakit jantung muncul di dada, rahang, atau ketidaknyamanan lengan, dengan kata lain, di bagian torso, sehingga sulit untuk menghubungkannya dengan bagian tubuh bawah.
Dokter Palani menjelaskan Peripheral Arterial Disease (PAD) dikenal sebagai penyakit pembuluh darah perifer, adalah kondisi umum yang ditandai dengan akumulasi plak lemak yang membatasi atau mengurangi suplai darah ke otot-otot kaki.
âKondisi itu menyebabkan nyeri pada paha atau betis (intermittent claudication) yang cenderung hilang setelah beberapa saat dalam banyak kasus, biasanya setelah beristirahat,â tutur dia.
Palani menyampaikan terdapat gejala peripheral Arterial Disease (PAD), termasuk nyeri kaki saat berjalan (mereda dengan istirahat), kulit mengkilap atau rambut rontok di kaki, kelemahan atau mati rasa di kaki, pertumbuhan kuku yang lambat dan rapuh, serta perubahan warna kulit.
Sejumlah kelompok faktor risiko, lanjut Palani, mengalami kondisi tersebut di antaranya orang yang memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, usia lebih 50 tahun.
âOrang yang memilikii riwayat keluarga penyakit jantung yang sebelumnya didiagnosis, peningkatan kadar homosistein, merokok yang membuat rentan, serta individu dengan kebiasaan gaya hidup yang buruk,â tutur dia.
Lebih lanjut, dokter Palani menyarankan kiat yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan Peripheral Arterial Disease (PAD), yakni berhenti merokok karena tembakau sangat merusak arteri, pantau tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara rutin agar tetap dalam batas normal.
Kemudian, pentingnya menjaga berat badan ideal dan hindari obesitas, kurangi konsumsi makanan berlemak jenuh, dan terapkan pola makan sehat dengan bahan seperti buncis, kangkung, jagung, alpukat, biji chia, almond, dan lentil untuk meningkatkan aliran darah, serta kelola stres dengan baik dan pastikan tidur cukup setiap hari.
âKesadaran yang lebih besar dan tindakan tepat waktu dapat menyelamatkan tidak hanya anggota badan, tetapi juga nyawa,â ujar Palani.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hanguskan Enam Rumah dan Tiga Kendaraan di Barito Utara
-
Studi Terbaru Ungkap Plastik Terkait dengan Kematian Akibat Penyakit Jantung
-
UPT Metrologi Kabupaten Temanggung Lakukan Tera Ulang di SPBU
-
Cuaca Jakarta Selasa Didominasi Hujan, BMKG Imbau Waspada Aktivitas Luar Ruangan
-
Jangan Abaikan! 9 Sinyal Tubuh Ini Jadi Tanda Jantungmu Tak Sehat, Waspada sebelum Kecelongan!
-
Dandim 1701/Jayapura: Kampung Bring Jadi Lokasi TMMD ke 124
-
Ekokardiografi Berperan Penting dalam Diagnosis Penyakit Jantung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.