934 Sambungan Baru! Indramayu Pastikan Warga Desa Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

Jumat, 26 Sep 2025, 03:30 WIB

INDRAMAYU - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memperluas akses air bersih bagi masyarakat melalui program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumur bor. Program ini ditargetkan menyasar 16 desa pada tahun 2025.

Kepala Diskimrum Indramayu, Erpin Marpinda, menyampaikan bahwa pembangunan SPAM telah menghasilkan 934 sambungan rumah (SR) yang membuat ratusan keluarga kini lebih mudah memperoleh pasokan air bersih.

Ket. Foto: Pekerja saat membangun instalasi SPAM di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (25/9). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Indramayu

“Air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat yang berhubungan langsung dengan kualitas hidup. Dengan adanya SPAM, masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air layak konsumsi,” ujarnya di Indramayu, Kamis.

Ia menjelaskan, sumur bor diprioritaskan dibangun di desa-desa yang belum terjangkau jaringan SPAM sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung masyarakat. Air tanah dalam juga dinilai lebih terjaga kualitasnya karena tidak langsung terpapar aktivitas permukaan.

Untuk mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan anggaran Rp656 juta dari APBD. Dana tersebut digunakan membangun SPAM di tiga desa yakni Jangga, Kertamulya, serta Sukaslamet dengan total 200 sambungan rumah.

Selain itu, pemerintah daerah juga memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN sebesar Rp6,8 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk pembangunan SPAM di 13 desa lainnya dengan hasil 734 sambungan rumah.

“Seluruh pembangunan dilaksanakan dengan melibatkan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), agar pengelolaan SPAM bisa berkelanjutan dan tetap terjaga meski program selesai,” tambah Erpin.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, fasilitas SPAM menjadi solusi nyata untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat pedesaan yang selama ini masih kesulitan akses.

Ia menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait akan terus berkomitmen memperluas jaringan SPAM sesuai kebutuhan masyarakat. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dengan memprioritaskan desa-desa yang minim layanan air bersih.

“Harapan kami, dengan adanya SPAM di desa-desa, ke depan tidak ada lagi masyarakat Indramayu yang kesulitan memperoleh air bersih untuk kehidupan sehari-hari,” pungkas Lucky.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.