Menko Bidang Perekonomian Sebut Teknologi dan ‘AI’ Tak Akan Hilangkan Lapangan Kerja

Kamis, 25 Sep 2025, 13:52 WIB

JAKARTA: - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan semua teknologi termasuk kecerdasan artifisial atau AI, tidak akan menghilangkan lapangan kerja. Menurutnya, inovasi seperti AI justru menciptakan peluang baru.

“AI itu membutuhkan tenaga kerja yang banyak, bahkan hingga 10 ribu tenaga kerja. Teknologi selalu membuka kesempatan kerja yang baru,” kata Airlangga dalam acara "Indonesia Merdeka AI", di Jakarta, Rabu (24/9).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto — Sumber: RRI NET

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan strategi agar generasi muda dapat terlibat dalam ekosistem digital. Airlangga menyebut program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting.

“Dengan kesempatan kerja ini, kita berharap lulusan bisa langsung masuk ke lapangan kerja. Pemerintah terus mendorong program ini agar menyerap hingga seratus ribu peserta,” ujar dia.

Airlangga menegaskan bahwa transformasi digital harus menjadi mesin pertumbuhan baru, di samping ekonomi berbasis komoditas. Dengan strategi tersebut, Indonesia diyakini mampu meningkatkan daya saing di kancah global.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan bahwa adopsi teknologi AI harus menjawab berbagai persoalan masyarakat. Menurut dia, penerapan AI bisa mendukung bidang pangan, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

“Untuk memastikan pengembangan kecerdasan artifisial yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, maka kita membutuhkan fokus. Fokus dalam peta jalan kecerdasan artifisial yang bisa jadi pegangan kita bersama,” ucap Nezar.

Ia menambahkan, penguatan keterlibatan semua pihak menjadi syarat utama dalam pengembangan ekosistem AI nasional. "Kolaborasi pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat sipil itu sangat penting," kata dia.

Menurut Nezar, risiko teknologi baru juga harus diantisipasi secara matang. Hal ini dikarenakan seringkali teknologi yang muncul tidak diperkirakan konsekuensinya. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.