Kota Bandung Bertekad Perkuat Ketahanan Pangan dengan Inovasi dan Kolaborasi
Kamis, 25 Sep 2025, 14:38 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperingati Hari Tani Nasional 2025 dengan berbagai kegiatan di Pendopo Kota Bandung, Rabu 24 September 2025. Momentum ini dimanfaatkan untuk meluncurkan kebijakan baru, memperkuat gerakan masyarakat, serta memberikan apresiasi kepada pelaku ketahanan pangan di perkotaan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan meski Bandung bukan kota agraris. Menurut dia, ruang terbuka hijau (RTH) dan sawah yang masih tersisa harus tetap dijaga.
âWalaupun kita kota metropolitan, kita wajib menjaga 600 hektare sawah dan 500 hektare RTH. Tanpa itu, generasi ke depan akan kesulitan memiliki jaminan pangan,â ujar dia.
Momentum Hari Tani Nasional juga digunakan untuk meluncurkan Rencana Induk Ketahanan Pangan Kota Bandung 2025â2030. Grand design ini menjadi pedoman jangka panjang dalam menjaga ketersediaan, distribusi, hingga pemanfaatan pangan di perkotaan.
Wali Kota Farhan menyebut, ketahanan pangan tidak hanya urusan petani, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga kota.
âBandung harus tangguh bukan hanya dalam infrastruktur, tetapi juga dalam pangan. Mari kita jadikan Hari Tani Nasional ini sebagai momentum kolaborasi untuk menjaga masa depan,â ucap dia.
Pemkot Bandung juga memberikan apresiasi kepada para penggerak Buruan SAE, program ketahanan pangan perkotaan yang kini sudah ada di 375 RW. Wali Kota Farhan menilai, meski baru 20 persen dari total 1.597 RW, program ini telah menunjukkan dampak positif.
âItu adalah 20 persen terbaik. Dengan kreativitas dan gotong royong, buruan sae terbukti bisa mengurangi beban biaya pangan keluarga,â ujar dia.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyebutkan sekitar 96 persen pasokan pangan Bandung masih bergantung dari luar.
âKarena itu kita butuh desain integrasi agar suplai tetap aman, berkelanjutan, dan efisien,â papar dia.
Selain rencana induk, Pemkot Bandung memperkenalkan aplikasi pengelolaan food waste hasil kolaborasi dengan akademisi dan komunitas.
Aplikasi ini memungkinkan sisa makanan dari rumah tangga, restoran, hingga hotel tetap bermanfaat, baik dialihkan kepada masyarakat yang membutuhkan maupun diolah menjadi pupuk organik.
âIni inovasi penting agar pangan tidak terbuang percuma,â kata Gin Gin.
Acara kemudian diramaikan dengan makan bersama nasi liwet grande yang digelar di halaman pendopo. Ratusan peserta dari berbagai kalangan duduk berjejer menikmati hidangan, mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bandung dalam memperingati Hari Tani Nasional.
Gin Gin menambahkan, bulan depan Kota Bandung akan menerima penghargaan internasional di Milan, Italia, terkait praktik ekonomi sirkular buruan sae dan program school meal.
âIni pengakuan dunia atas komitmen kita menjaga pangan dan lingkungan secara berkelanjutan,â ujar dia. ils/I-1
- Ketahanan Pangan
- Pemkot Bandung
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
- Hari Tani Nasional
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Indonesia-Jepang Perkuat Konservasi Komodo
-
Trump Pecat Jaksa Agung AS Pam Bondi
-
Belum Setengah Tahun, Rupiah Sudah Ikut Terseret Gejolak Global: Melemah 1,38 Persen per 2 April
-
Detroit Pistons Kalahkan Philadelphia 76ers dengan Skor 116-93
-
Banjir Grobogan Mengganggu Perjalanan Kereta Api
-
Inflasi Kediri Terkendali Berkat Operasi Pasar Murni
-
340 Ribu Orang Menggunakan Kereta Api Selama Libur Panjang Paskah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.