BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Malut hingga 1 Oktober 2025
Kamis, 25 Sep 2025, 08:34 WIBTERNATE â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate memprakirakan cuaca di Maluku Utara periode 25 September hingga 1 Oktober 2025 berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi secara fluktuatif sepanjang hari.Â
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Sakimin dihubungi, Kamis (25/9), menjelaskan kondisi dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh adanya Siklon Tropis Bualoi di Laut Filipina, timur laut Pulau Luzon. Fenomena tersebut membentuk pola pertemuan serta perlambatan massa udara di sekitar Maluku Utara yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
âSecara umum cuaca Maluku Utara pada periode ini diprakirakan berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga lebat, baik pada pagi, siang, sore, malam maupun dini hari,â ujar Sakimin.Â
Adapun rincian prospek cuaca ekstrem di Malut untuk 25â26 September 2025 terpantau hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Pulau Taliabu.
Selain itu, pada 27â28 September 2025: Hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan hingga 29 Septemberâ1 Oktober 2025: Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Pulau Taliabu.
"BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak turunan dari hujan lebat dan angin kencang, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga gelombang tinggi," ujar Sakimin.
Dia berharap Pemerintah daerah, BPBD, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, serta Ditlantas Polda Maluku Utara diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan infrastruktur dan sistem tata kelola air dalam kondisi siap menghadapi curah hujan tinggi.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing, menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif bergotong royong menata lingkungan.
"BMKG menegaskan pentingnya koordinasi, sinergi, dan komunikasi lintas sektor agar dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisasi. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG Sultan Baabullah Ternate," ujarnya.
Berita Terkait:
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
Juventus Incar Bernardo Silva, Guardiola Hadapi Tantangan Besar di Lini Tengah Manchester City
-
BMKG Prakirakan Seluruh DKI Jakarta Berawan pada Selasa Siang hingga Sore
-
Prabowo, Gibran, hingga Puan Maharani Hadiri Pernikahan El Rumi
-
Waspada Banjir Susulan, Polda Jambi Siaga Satu di Lokasi Bencana, Ini Data Kerusakan Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.