Pemkot Denpasar Ambil Langkah Strategis Cegah Banjir Kembali
Selasa, 23 Sep 2025, 20:38 WIBDENPASAR -Â Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah strategis untuk mencegah banjir di masa depan.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat memimpin rapat kordinasi pascabanjir di Graha Sewaka Dharma, Kota Denpasar, Bali, Selasa mengatakan berbagai upaya akan terus dioptimalkan sebagai langkah antisipasi, yakni optimalisasi alat peringatan dini (early warning system), normalisasi sungai hingga penertiban tata ruang.
Jaya Negara mengatakan bencana banjir yang menerjang wilayah Kota Denpasar, khususnya bantaran Sungai Badung, menuntut pemerintah untuk bekerja cepat dalam mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.
Karena itu, Pemkot Denpasar mengambil langkah strategis lintas sektor sebagai upaya antisipasi bencana banjir.
Rakor itu dilaksanakan guna mendengarkan masukan dari berbagai pihak, baik dari para ahli, pemangku kepentingan, serta masyarakat terdampak.
Sehingga upaya antisipasi dapat terus dioptimalkan.
Selain itu, percepatan verifikasi data terhadap wilayah yang terdampak seperti rumah tinggal, kegiatan usaha, pura, sawah, kebun, peternakan, fasilitas umum dapat terus dioptimalkan.
"Jadi, kita evaluasi memastikan segala sesuatunya sudah berjalan dan siapkan langkah antisipasi untuk mencegah bencana serupa dikemudian hari," ujarnya.
Wali Kota menegaskan beragam upaya yang akan dioptimalkan yakni pertama, normalisasi Tukad Badung, Tukad Mati dan seluruh sungai di wilayah Kota Denpasar. Kedua, penertiban tata ruang, terutama di wilayah bantaran sungai dan telah dibentuk Tim Penertiban Tata Ruang yang melibatkan Forkopimda.
Ketiga, pengendalian tata ruang dengan menggandeng stakeholder terkait, seperti Perbekel/Lurah dan Pekaseh.
"Kita sudah bentuk tim untuk penertiban tata ruang dengan menggandeng Forkopimda, serta stakeholder terkait, seperti pekaseh dan perbekel/lurah," ujarnya.
Keempat, Pemkot Denpasar berencana untuk menyewa lahan pribadi yang berada di bantaran sungai untuk dijadikan taman sehingga tidak lagi terdapat bangunan yang melanggar sempadan sungai.
Selain itu, penghijauan di wilayah bantaran sungai, termasuk pemetaan lahan sawah dilindungi juga akan terus dioptimalkan.
Hal ini untuk memperkuat tebing sungai dan menambah daerah resapan air.
Tak lupa pula, optimalisasi alat peringatan dini (early warning system) akan terus dilakukan, terutama bersama BMKG agar peringatan dini lebih cepat disosialisasikan.
"Kita berencana menyewa lahan masyarakat yang ada di bantaran sungai untuk dilaksanakan penghijauan, dan untuk yang bukan lahan milik pribadi, kita akan tertibkan, semoga upaya ini dapat mencegah terjadinya bencana serupa dikemudian hari," ujarnya.
- normalisasi sungai
- banjir bali
- pemkot denpasar
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kardinal Odilo Pedro Scherer: Wakil Amerika Latin dalam Bursa Paus Baru
-
Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi Dilaksanakan Umat Hindu Magelang
-
Ramadan Penuh Kebahagiaan, PERURI Hadirkan Program Ramadan Berseri
-
Kemenparekraf Perkuat Gastronomi Lokal sebagai Unggulan Lewat Program WIG
-
Optimalkan Rencana Keuangan sekaligus Manfaat Proteksi dengan Fleksibilitas, Generali Indonesia Hadirkan GEN Wealth
-
Pemprov DKI Luncurkan Benyamin S Awards, Penghargaan dan Apresiasi bagi Lurah Berprestasi
-
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Bali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.