Jakarta Mendapat 100.000 Peluang Kerja

Selasa, 23 Sep 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Rencana pemerintah pusat membangun 23.000 rumah tapak bakal di Jakarta menguntungkan Jakarta karena mendapat durian runtuh dengan datangnya 100.000 peluang kerja. “Program pembangunan 23.000 unit rumah di Jakarta yang akan digulirkan pemerintah pusat dapat menyerap hampir 100.000 tenaga kerja,” jelas Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo, Senin (22/9).

Pemprov Jakarta akan menerapkan beberapa kebijakan dari pemerintah pusat. Salah satunya perumahan dan sanitasi. Untuk program perumahan, rencananya dibangun 23.000 unit di berbagai wilayah Jakarta. “Kebutuhan tenaga kerjanya hampir 100.000. Karena ini memang program untuk menyerap tenaga kerja ketika ekonomi sedang dalam tekanan,” tambah Pramono.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Senin (22/9). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Nantinya, ribuan rumah akan dibangun di Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Perumahan. Pemprov Jakarta juga akan melibatkan kontraktor lokal untuk mempercepat pembangunan perumahan tersebut. “Kami juga bekerja sama dengan beberapa kontraktor Jakarta. Kami dorong mereka ikut membangun,” tutur Pramono.

Tidak hanya perumahan, lanjut dia, Pemprov Jakarta juga menyiapkan program sanitasi yang juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Program ini difokuskan untuk meningkatkan layanan sanitasi masyarakat. Sejauh ini, program sanitasi yang telah dijalankan berupa pembangunan tangki septik (septic tank) skala rumah tangga yang dilakukan di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur.

Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan septic tank di 10 lokasi padat penduduk Jakarta Timur.

Dengan proyek ini, diharapkan sebanyak 921 kepala keluarga atau sekitar 3.000 jiwa tidak lagi buang air sembarangan. “Kebetulan program ini juga ada di Jakarta. Maka, kami melakukan proses kerja sama dengan kementerian terkait,” tandasnya.

Sementara itu, masih terkait pembanungan 23.000 rumah, Pramono Anung Wibowo kemarin menghadiri rapat koordinasi terbatas. Rapat digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, untuk membahas rencana pembangunan perumahan hingga sanitasi.

“Saya memenuhi undangan Menko Perekonomian untuk rapat membahas paket kebijakan yang telah dikeluarkan presiden. Ada beberapa paket kebijakan yang akan diterapkan di Jakarta. Salah satunya menyangkut perumahan dan sanitasi,” tambah Pramono.

Lebih jauh Pramono menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jakarta akan menindaklanjuti program tersebut melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Perumahan dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Program Pemprov lainnya, saaat ini tengah menyiapkan hunian mixed use yang mendukung co-working space dan sektor gig economy. Semua ini juga sedang menjadi tren dunia. “Maka, fasilitas publik ini akan akan dibangun agar dimanfaatkan anak muda untuk berkreasi lebih produktif.

Gig ekonomi sekarang lagi tren di dunia. Anak-anak muda diberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas publik milik pemerintah. Maka, pemerintah Jakarta akan mempersiapkannya.

Transjakarta

Masalah lain yang dikemukakan Pramono adalah soal kecelakaan bus Transjakarta tak terulang. “Saya berharap kecelakaan bus Transjakarta tak terulang demi kenyamanan dan keamanan pelanggan karena saat ini kenaikan makin banyak warga gunakan Transjakarta,” ujarnya.

Maka, Pramono minta agar Transjakarta menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan. Pramono menilai, kadang kecelakaan terjadi karena pengendara lain yang memotong jalur Transjakarta. Kendati demikian, Pemprov Jakarta juga telah minta Transjakarta untuk evaluasi. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.