CBC 2025 Didukung Kemenekraf Agar Lahirkan Talenta Muda di Ekosistem Siber
Selasa, 23 Sep 2025, 17:55 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung acara Cyber Breaker Competition (CBC) Season 2025 yang diharapkan dapat melahirkan talenta muda generasi pencipta solusi digital di ekosistem keamanan siber yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berkontribusi menjaga ruang digital Indonesia.
Deputi Bidang Kreativitas Teknologi Digital Kemenekraf, Neil El Himam, menilai keamanan siber kini menjadi fondasi utama ekosistem digital.
Nail dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (23/9), menyoroti kekurangan tenaga ahli keamanan siber (cybersecurity) secara global, sekaligus menekankan pentingnya percepatan penumbuhan talenta nasional.
âJika kita mampu menumbuhkan 35 ribu talenta muda di bidang ini, itu sudah cukup menjaga ruang digital Indonesia,â jelasnya.
Neil menegaskan bahwa keamanan digital harus dipandang sebagai investasi, bukan biaya.
Ia mendorong pegiat siber Indonesia agar tumbuh dari individu, menjadi perusahaan, hingga industri yang kuat.
Dukungan juga datang dari Deputi Keamanan Siber dan Sandi Keamanan Nasional BSSN, Slamet Aji Pamungkas, yang menekankan strategi keamanan nasional akan berjalan efektif apabila pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas berjalan bersama.
Kompetisi yang digelar Peris.ai bersama RRQ pada 14 September 2025 menghadirkan format e-sports Capture the Flag (CTF) 2 vs 2 live hacking, diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah.
Selain lomba, kegiatan juga diisi diskusi panel bertema âPenguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Industri Kreatif Digital Indonesiaâ yang menghadirkan perwakilan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri.
Salah satunya Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan, yang menekankan pentingnya pipeline agar talenta muda tidak berhenti di lomba, tetapi terserap di industri maupun pemerintahan.
Kemenekraf berharap CBC menjadi ajang berkelanjutan yang melahirkan generasi baru penjaga ruang digital sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional, yang sejalan dengan program prioritas Asta Ekraf menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, lanjutnya, subsektor digital dapat menjadi mesin baru pertumbuhan bagi perekonomian Indonesia.
âKita ingin memastikan talenta muda Indonesia mampu menghadirkan layanan keamanan siber bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional,â ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Ganda Campuran Indonesia Raih Emas Asian Para Games 2026
-
Ibu-ibu PKK Banjarmasin Sulap Kue Khas Banjar Jadi Ladang Cuan di Sektor Ekraf
-
Dongkrak Ekraf dan Pariwisata Jaksel, 140 UMKM Dilibatkan di Kemang Fest 2026
-
Pendistribusian papan peringatan pencegahan karhutla di Riau
-
Pesisir Bekasi Punya Potensi Besar, dari Perikanan hingga Wisata Mangrove
-
Bikin Kaget, Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Lolos dari Hukuman Berat
-
Pemerintah Berikan Bonus kepada Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.