Mengangkat Budaya Syair Banjar di Hari Jadi Kota Banjarmasin
Senin, 22 Sep 2025, 23:45 WIBBanjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melakukan upaya mengangkat budaya syair Banjar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Ke-499 Kota Banjarmasin pada 2025.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin, salah satu upaya tersebut melalui Lomba Syair Banjar 2025, sedangkan kaitan dengan Hari Jadi Ke-499 Kota Banjarmasin menjadikan kegiatan itu sebagai pengingat sejarah.
Ia mengapresiasi belasan peserta dari seniman, budayawan, hingga masyarakat umum mengikuti lomba ini, yang artinya ada harapan berlanjut regenerasi dalam seni sastra tradisi di kota ini, khususnya dan untuk provinsi setempat pada umumnya.
Syair Banjar, katanya, seni budaya berupa sastra lisan sebagai tradisi yang sudah menjadi bagian kehidupan dan identitas kota ini sejak lama.
Dia menyebut Kota Banjarmasin sebagai "Kota Seribu Sungai" yang didirikan pada 24 September 1526, pada masa lampau memiliki banyak penyair hebat.
"Dengan perkembangan dan kemajuan zaman pada bidang sastra saat ini, ekstensi syair Banjar mulai tenggelam," ujarnya.
Dalam masa pemerintahan di daerah setempat hingga 2023, dia berkomitmen memberikan perhatian terhadap dunia seni dan budaya, utamanya untuk pelestarian dan pembinaan serta melakukan regenerasi pelakunya.
Dia menjelaskan Lomba Syair Banjar di panggung pertunjukan Siring Balai Kota Banjarmasin bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan wadah strategis memperkuat identitas budaya masyarakat Banjar.
"Syair Banjar bukan hanya indah didengar, tapi juga sarat pesan moral, pendidikan dan nilai luhur masyarakat kita. Melalui lomba ini, kita ingin mengingatkan bahwa warisan budaya harus dijaga, dicintai, dan dibanggakan," ujarnya.
Syair Banjar salah satu bentuk sastra lisan tradisional yang telah hidup secara turun-temurun di masyarakat Banjar.
Ia mengatakan perkembangan zaman membuat keberadaan syair tersebut terpinggirkan.
Oleh karena itu, Pemkot Banjarmasin berinisiatif mengadakan lomba ini agar syair tersebut tetap hidup, dikenal luas, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mengatakan lomba ini juga menjadi ruang ekspresi lintas generasi, baik para pelaku seni senior maupun generasi muda yang ingin mengembangkan karya.
"Syair harus tetap ada, bukan hanya menjadi cerita masa lalu. Banjarmasin jangan hanya dikenal sebagai 'Kota Seribu Sungai', tetapi juga sebagai kota yang kaya warisan budaya. Momentum ini mari kita jadikan untuk semakin mencintai budaya sendiri. Semoga lahir karya-karya baru yang bermanfaat bagi generasi mendatang," demikian Yamin.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
OMC untuk Mendukung Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
-
"Thetek Melek" Ritual Masyarakat Adat Pacitan untuk Menjaga Harmoni Alam
-
Indahnya Ramadan: Koramil 1710-07/Mapurujaya Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat
-
Tosan Aji sebagai Warisan Budaya, Sleman Dorong Pelestarian dan Regenerasi Empu
-
Generali Indonesia Hadirkan GEN QuickDischarge, Layanan Proses Administrasi Pasca Rawat Inap Instan.
-
Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Usai Ditabrak Tongkang Tiga Kali
-
Pusat Budaya Turki Akan Hadir di DIY, Perkuat Jalinan Dua Peradaban
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.