BMKG Peringatkan Kaltim: Waspada Hujan, Banjir, hingga Longsor
Senin, 22 Sep 2025, 20:05 WIBSAMARINDA -Â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun APT Pranoto Samarinda memprakirakan Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami hujan kategori rendah hingga menengah pada 21â30 September 2025. Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir, jalan licin, tanah longsor, hingga angin kencang yang menyertai hujan.
Untuk itu, warga diimbau berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan dari hujan tersebut, seperti banjir, jalan licin, sungai meluap, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai dengan angin kencang dan petir.
"Pada prakiraan peluang curah hujan dasarian tiga September 2025, secara umum wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah antara 0â50 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 70 persen," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor di Samarinda, Senin.
Sementara itu, lanjut ia, sebagian wilayah Kalimantan Timur, khususnya di bagian utara hingga barat diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah (50â150 mm) dengan peluang hujan mencapai 60 persen, seperti Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kota Bontang, dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Barat.
Sedangkan pada prakiraan deterministik curah hujan dasarian tiga September, seluruh wilayah Provinsi Kaltim diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori rendah antara 20 - 50 mm hingga kategori menengah antara 50 - 150 mm.
Ia melanjutkan pada prakiraan deterministik sifat hujan dasarian tiga bulan yang sama, umumnya wilayah Provinsi Kaltim akan mengalami sifat hujan kategori normal antara 85 - 115 persen hingga bawah normal antara 50 - 84 persen.
"Sementara itu, pada sebagian kecil wilayah Kaltim bagian selatan dan utara, diprakirakan terjadi sifat curah hujan atas normal, hal ini mengindikasikan bahwa jumlah curah hujan yang turun akan lebih tinggi dari rata-rata normal untuk periode yang sama," kata Riza.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan hari tanpa hujan sepanjang dasarian dua September ini, selain mengalami hujan, sejumlah wilayah Kaltim juga terjadi hari tanpa hujan, yakni dalam beberapa hari berturut-turut tidak terjadi hujan.
Menurutnya, seluruh wilayah Kalimantan Timur yang mengalami hari tanpa hujan berada dalam kriteria sangat pendek antara satu hari hingga lima hari.
"Wilayah dengan durasi hari tanpa hujan terpanjang terdapat di Kecamatan Damai di Kabupaten Kutai Barat, kemudian Kecamatan Kembang Janggut di Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni dengan durasi hari tanpa hujan mencapai lima hari," katanya.
- kaltim
- banjir
- cuaca ekstrem
- kalimantan timur
- prakiraan cuaca
- bmkg samarinda
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Garuda Shield 2026 di Baturaja Hadirkan Penerjun dari Lima Negara
-
Mentan Ungkap Praktik Penggilingan Untung Rp2 T Tapi Rampas Hak Rakyat
-
Pemprov Sumut Jaring Proposal Kampung Kreatif, Siapkan Bantuan hingga Rp50 Miliar per Kawasan
-
Cermati Terus Informasi BMKG
-
Dorong Penguatan Ekosistem Zakat, Bank BSN Gandeng BAZNAS RI
-
Waspada, BMKG: Terpantau 54 Titik Panas di Sumatera Utara
-
Bantu Pengemudi Lansia, 220 Becak Listrik Disalurkan di Kabupaten Tasikmalaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.