Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Minta Gubernur Bali untuk Tekan Ego Sektoral Atasi Banjir
Minggu, 21 Sep 2025, 17:32 WIBJAKARTA - Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana mengatakan Gubernur Bali I Wayan Koster harus mampu berperan menekan ego sektoral antarkabupaten/kota untuk mengatasi bencana banjir.
Untuk mengatasi ego kabupaten dan ego sektoral, posisi Gubernur Bali sangat strategis, karena Gubernur bukan hanya sebagai wakil pemerintah pusat di Bali, tetapi juga sebagai kepala daerah Provinsi Bali.
"Peran ganda tersebut memungkinkan Gubernur Bali berperan sebagai kekuatan intemerdiary, yang menyambung kepentingan antarkabupaten/kota di Bali, antara kepentingan kabupaten/kota di Bali dengan pemerintah pusat, agar bisa berjalan sinergis," kata Ari Dwipayana dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (21/9).
Dia mengatakan bencana banjir yang melanda Bali memberikan pelajaran berharga yang mengharuskan para elite pemerintahan di Bali, tidak menjadikan konsep "One Island, One Management" sebatas slogan kosong yang miskin implementasi.
Menurut dia, banjir yang paling parah melanda hilir Denpasar bukan hanya problem tata kelola di hilir semata, tapi juga problem tata kelola yang disumbangkan di area hulu dan tengah, yakni Bangli, Badung, dan Gianyar.
Dia menjelaskan kesadaran sebagai satu kesatuan ekologis (bentang alam), membuat para leluhur Bali, sejak Sri Kesari Warmadewa telah menggagas konsep "Bali Dwipa" sebagai sebuah pulau yang Aneka Twa-Eka Twa, beragam, tapi menjadi satu kesatuan, teologi, budaya, ekologi dan juga bentang alam.
Filosofi itu, kata dia, sesungguhnya telah ditangkap di era kekinian dalam gagasan "One Island, One Management", namun faktanya dalam tata kelola pemerintahan yang berlangsung selama ini, konsep Bali sebagai satu kesatuan yang terintegrasi, justru hanya dijadikan pepesan kosong dan miskin implementasi.
Hal itu, menurut dia, disebabkan oleh munculnya sekat-sekat ego-kabupaten/kota maupun ego-sektoral. Sebagai contoh, dia menjelaskan penanganan sampah yang buruk di kabupaten wilayah hulu atau tengah akan berdampak pada kota Denpasar yang berada di hilir.
"Kita harus belajar dari para leluhur dalam mengelola Bali," kata dia.
- Gubernur Bali Wayan Koster
- Atasi Bencana Banjir
- Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Banjir luapan Kali Angke
-
Idul Fitri Pertama Jakarta Dinaungi Awan Tebal. Tiga Provinsi Ini Hujan Lebat
-
Tingkat Pengangguran AS Naik, Tekanan Bagi Pemilu Paruh Waktu
-
Kementerian PU Kerahkan 15 Excavator Bantu Penanganan Banjir dan Longsor di Cilacap
-
Persiapan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025
-
KAI Services Telah Terapkan Sistem E-Parking di Berbagai Stasiun di Jawa
-
Libur Lebaran di Taman Bendera Pusaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.