Kelapa dan Kakao Masuk Prioritas, Hilirisasi Didorong Lewat Anggaran Fantastis Rp9,9 Triliun

Jumat, 19 Sep 2025, 21:35 WIB

JAKARTA – Memperkuat hilirisasi komoditas strategis penting untuk meningkatkan nilai tambah, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta memperluas basis industri nasional.

Dengan mendorong pengolahan di dalam negeri, Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja, menambah penerimaan negara, dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

Ket. Foto: Ilustrasi - Komoditas kelapa. — Sumber: Antara.

Namun, keberhasilan hilirisasi bergantung pada konsistensi kebijakan, ketersediaan infrastruktur, serta dukungan investasi yang mampu mengintegrasikan hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah mengalokasikan Rp9,9 triliun untuk memperkuat hilirisasi komoditas strategis, mulai dari kelapa hingga kakao, demi meningkatkan nilai tambah pertanian nasional dan kesejahteraan petani.

Mentan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (19/9), menjelaskan fokus program hilirisasi meliputi replanting serta penanaman baru komoditas perkebunan, seperti kelapa dalam, kakao, mente, kopi, lada, dan pala yang memiliki potensi besar di Indonesia.

"Kita rencana hilirisasi, yaitu replanting dan tanam baru, kelapa dalam, kakao, mente, kopi, lada, pal, itu dianggarkan Rp9,9 triliun, hampir Rp10 triliun, kurang lebih Rp10 triliun," kata Amran.

Dikatakannya, anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan perkebunan berkelanjutan melalui program replanting dan ekspansi tanaman produktif di berbagai daerah potensial.

Dengan anggaran tersebut, pemerintah menargetkan pemanfaatan lahan seluas 800 ribu hektare di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah dengan kondisi agroklimat yang cocok bagi pengembangan komoditas unggulan perkebunan.

Menurut Mentan, program hilirisasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi 1,6 juta tenaga kerja dalam kurun waktu dua tahun, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai sektor pertanian.

"Dan ini bisa kita tanami 800 ribu hektare seluruh Indonesia. Insya Allah membuka lapangan kerja 1,6 juta. Rencana kita dua tahun, selesai," jelasnya.

Replanting perkebunan sendiri merupakan kegiatan peremajaan tanaman di suatu lahan dengan cara mengganti tanaman tua yang sudah tidak produktif dengan bibit baru.

Mentan menegaskan hilirisasi merupakan strategi penting yang dijalankan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong nilai tambah produk pertanian Indonesia di pasar domestik maupun global.

Program tersebut akan dijalankan secara nasional, meliputi seluruh daerah potensial yang memiliki dukungan agroklimat memadai, sehingga pemerataan pembangunan sektor perkebunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.

Amran menyebut langkah ini menjadi kabar baik bagi petani Indonesia, mulai dari petani singkong, tebu, pangan, hingga perkebunan, yang akan mendapat manfaat langsung dari program hilirisasi bernilai besar ini.

"Hilirisasi kita dorong di seluruh daerah dengan agroklimat yang cocok. Ini kabar baik, sekaligus kami sampaikan, untuk petani Indonesia, petani singkong, petani tebu, petani pangan, perkebunan, dan seterusnya," kata Mentan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.