Sporting Lisbon Sambut Kairat di Laga Awal Liga Champions

Kamis, 18 Sep 2025, 09:15 WIB

LISBON, PORTUGAL - Sporting Lisbon akan memulai perjalanan baru di Liga Champions dengan menjamu Kairat di Estadio Alvalade, Jumat (19/9) dini hari WIB.. Setelah mencapai babak gugur musim lalu, Sporting mengusung ambisi besar untuk kembali mencatat prestasi di kancah Eropa.

Sporting memastikan tiket Liga Champions dengan meraih dua gelar domestik musim lalu. Meski ditinggal pelatih Ruben Amorim di tengah musim, mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan mencetak sejarah, merebut gelar liga dua musim beruntun untuk pertama kalinya sejak 1954.

Ket. Foto: Para pemain Sporting Lisbon melakukan selebrasi. — Sumber: AFP

Puncak kesuksesan mereka ditandai kemenangan dramatis atas rival sekota, Benfica, di final Taca de Portugal. Sementara di Liga Champions, kemenangan 4-1 atas Manchester City menjadi sorotan, meski langkah mereka akhirnya terhenti di babak playoff fase gugur melawan Borussia Dortmund.

Kini, di musim penuh pertamanya, Rui Borges mencatat awal cukup positif. Sporting memenangi empat dari lima laga Primeira Liga, termasuk kemenangan 2-1 atas Famalicao akhir pekan lalu. Namun, kelemahan masih terlihat ketika menghadapi lawan besar: kalah 1-2 dari Porto sebelum jeda internasional dan takluk dari Benfica di Supertaca.

Menghadapi fase grup berat bersama Paris Saint-Germain, Bayern Munich, Juventus, dan Napoli, Sporting tak punya ruang untuk tergelincir melawan lawan sekelas Kairat yang hanya menempati peringkat ke-266 dalam daftar UEFA. Borges kemungkinan besar menargetkan tiket playoff, sehingga tiga poin di kandang menjadi harga mati.

Bagi Kairat, ini merupakan sejarah baru. Mereka menjadi tim Kazakhstan kedua yang tampil di Liga Champions setelah Astana satu dekade lalu. Sebelumnya, satu-satunya pengalaman fase grup Eropa yang mereka miliki terjadi di Liga Konferensi 2021-22, di mana mereka tersingkir dengan hanya mengoleksi dua poin.

Musim lalu, Kairat menutup liga dengan empat kemenangan beruntun untuk merebut gelar di pekan terakhir, unggul tipis atas Astana. Namun, perjuangan ke Liga Champions jauh lebih menantang. Tak terkalahkan di kandang dari babak pertama hingga playoff, mereka mencatat empat clean sheet dalam lima laga terakhir kualifikasi.

Momen terbesar datang di Stadion Sentral Almaty ketika mereka menyingkirkan mantan juara Eropa, Celtic. Bertahan dengan hanya menguasai kurang dari sepertiga penguasaan bola, Kairat menahan agregat 0-0 sebelum memastikan kemenangan 3-2 lewat adu penalti dramatis.

Rafael Urazbakhtin, arsitek gelar liga keempat klub, kini akan memimpin timnya menghadapi raksasa-raksasa Eropa, termasuk Real Madrid dan Inter Milan. Meski kembali memimpin klasemen Liga Kazakhstan dengan keunggulan dua poin setelah 22 laga, catatan mereka di kompetisi Eropa masih suram: hanya tiga kemenangan dari 16 pertandingan terakhir dan gagal mencetak gol di separuhnya.

Dengan statistik tersebut, menghadapi Sporting di Lisbon jelas menjadi misi yang sangat berat bagi Kairat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.