Pemkot Jayapura Gelar Festival TBI 2025: Cintai Bahasa Ibu, Lestarikan Jati Diri

Kamis, 18 Sep 2025, 20:40 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua mendorong generasi muda setempat senantiasa mencintai dan menggunakan bahasa ibu melalui Festival Tunas Bahasa Ibu.

Pelaksana Tugas Sekda Kota Jayapura Evert Merauje saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (TBI) 2025 di Jayapura, Kamis, mengatakan bahasa ibu bukan hanya alat komunikasi tetapi juga identitas, jati diri, dan warisan leluhur.

Ket. Foto: Peserta lomba Festival Tunas Bahasa Ibu digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura di Jayapura, Kamis (18/9/2025). — Sumber: Antara Foto

"Sehingga Festival TBI yang dilaksanakan merupakan langkah konkret untuk melestarikan dan merevitalisasi bahasa daerah yang terancam punah," katanya.

Dia menjelaskan festival ini bagian dari Program Merdeka Belajar bertujuan mendorong generasi muda mencintai dan menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan setiap hari.

Selain itu, kata dia, suatu gerakan masyarakat untuk merawat bahasa ibu.

Dia menjelaskan tantangan serius dari globalisasi, teknologi, dan dominasi bahasa nasional serta internasional, telah membuat bahasa lokal menjadi jarang digunakan, bahkan tidak lagi dipahami oleh generasi muda.

"Sehingga kami berharap festival ini dapat mendorong generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa ibu, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat," katanya.

Dia mengharapkan festival tersebut memperkuat peran semua pihak dalam menjaga bahasa sebagai bagian dari identitas dan budaya.

"Bagi seluruh peserta bisa menjadikan festival ini sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali bahasa ibu di Kota Jayapura," ujarnya.

Festival TBI 2025 digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura selama 18-19 September 2025.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rocky Bebena mengatakan Festival TBI 2025 melibatkan 120 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK di daerah ini.

Dia menjelaskan peserta jenjang SD mengikuti lomba pidato, mendongeng, dan membaca puisi, SMP dan SMA/SMK mengikuti lomba membaca tulisan, bernyanyi, dan lawak tunggal.

Ia menyebut semua lomba ini menggunakan bahasa lokal dari Kampung Skow, Nafri, Kayu Batu, Kayu Pulo, dan Sentani.

  • Bahasa Ibu

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.