Mentan Klaim Stok Beras Melimpah, Publik Uji Janji Tanpa Impor
Rabu, 17 Sep 2025, 20:45 WIBBENGKULU â Mengurangi ketergantungan pada impor pangan penting untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Impor yang berlebihan membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global, hambatan perdagangan, serta risiko geopolitik yang dapat mengganggu pasokan.
Dengan memperkuat produksi dalam negeri melalui modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, dan dukungan hilirisasi, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan petani.
Ketahanan pangan berbasis produksi lokal menjadi fondasi strategis untuk stabilitas ekonomi sekaligus keamanan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional untuk 2025 melimpah tanpa perlu kebijakan impor.
"Kita siapkan 1,3 juta ton beras untuk operasi pasar di seluruh Indonesia, sesuai arahan Bapak Presiden. Stok kita melimpah, dan sampai detik ini kita tidak impor beras. Ini prestasi petani Indonesia sekaligus kebijakan besar Presiden," kata Mentan Andi Amran yang meninjau langsung kondisi harga pangan di pasar tradisional terbesar di Kota Bengkulu, Rabu (17/9).
Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 1,3 juta ton beras beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) dan dikelola serta disalurkan Perum Bulog.
Ia mengatakan pemerintah berkomitmen melanjutkan intensifikasi dan transformasi pertanian menuju modernisasi. Dengan langkah itu, Indonesia optimistis mampu mewujudkan swasembada beras dan menghemat devisa hingga ratusan triliun rupiah.
"Sehingga nantinya swasembada pangan yang pada tahun ini sudah hampir dipastikan terwujud, dapat dipertahankan. Yang tidak kalah pentingnya, dengan langkah itu kesejahteraan petani kita juga meningkat," kata Amran.
Dia menyatakan capaian ini sangat penting karena mampu menjaga stabilitas harga pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada bulan lalu tercatat turun dari 2,37 persen menjadi 2,31 persen, dengan sektor pangan berkontribusi besar dalam menekan inflasi.
Mentan Amran berkunjung ke Bengkulu pada Rabu ini, dengan sejumlah agenda. Mentan menggelar inspeksi mendadak ke salah satu pasar tradisional di Kota Bengkulu untuk melihat kecukupan stok pangan daerah.
Kemudian, Mentan Amran menghadiri Rapat Koordinasi Senator Peduli Ketahanan Pangan di Balai Raya Semarak Bengkulu. Mentan juga memberikan kuliah umum bagi civitas akademika di Universitas Bengkulu.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Program BIAS 2026 di Pekalongan Dimulai Agustus, Ribuan Siswa SD Jadi Sasaran Imunisasi.
-
BMKG Prakirakan Hujan Sangat Ringan Masih Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah Bagian Selatan
-
Rumah Kontraktor di Bengkulu Digeledah KPK, Tiga Koper Dokumen Dibawa Penyidik.
-
Pemkot Bogor Apresiasi Kekompakan Warga Sempur Bebersih Sungai Ciliwung
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah Perdana Harmony in Diversity Award 2026, Perkuat Kohesi Sosial ASEAN
-
Warga Penderita Tuberkulosis Diharap Berobat untuk Cegah Penularan
-
Arkhan Kaka Raih Bekal Berharga Usai Cetak Gol ke Gawang Aston Villa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.