Banjir Nodai Citra Pariwisata Bali, PHRI Sarankan Pemda untuk Benahi Tata Ruang
Selasa, 16 Sep 2025, 14:05 WIBJAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyarankan agar pemerintah daerah (pemda) membenahi tata ruang untuk menjaga citra Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata favorit di dunia.
Ketua Umum PHRI Hariyadi B. Sukamdani mengemukakan perlunya pembenahan tata ruang di wilayah Bali menyusul bencana banjir yang terjadi di Kota Denpasar dan beberapa daerah di Pulau Dewata pada 10 September 2025.
"Kompetitor kita itu kan banyak, yang mau jatuhkan Bali banyak, begitu lho. Jadi harus diupayakan untuk masalah-masalah seperti itu," katanya di Jakarta, Selasa (16/9).
Hariyadi menilai pemerintah daerah di wilayah Bali belum maksimal dalam menangani persoalan yang berkenaan dengan penyelenggaraan pelayanan pariwisata, termasuk masalah kriminalitas, sampah, dan banjir.
Menurut dia, pemerintah daerah seharusnya segera bergerak untuk memeriksa kondisi drainase dan memperbaiki masalah tata ruang setelah banjir melanda beberapa bagian wilayah Bali pada Rabu (10/9).
Ia mengatakan bahwa hal-hal yang bisa berisiko memunculkan masalah dalam penyelenggaraan usaha pariwisata, seperti gangguan pasokan air bersih, semestinya segera diatasi.
"Jadi, jangan dilihat bahwa besok juga airnya surut. Enggak begitu, karena yang namanya curah hujan, kita enggak pernah bisa tahu," katanya.
Dia menekankan pentingnya keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkenaan dengan penyelenggaraan usaha pariwisata.
Hariyadi menyampaikan, pengelola hotel dan restoran di Bali yang berada dalam naungan PHRI sudah memperhatikan pembangunan drainase serta fasilitas pendukung kegiatan usaha yang lain sesuai ketentuan.
Dia membenarkan bahwa masih ada wisatawan di Bali yang menghadapi kendala di hotel semasa banjir, tetapi masalah itu sudah bisa diatasi.
PHRI menyampaikan bahwa kejadian bencana seperti banjir bisa berdampak pada kegiatan usaha hotel maupun restoran.
Namun, menurut perhimpunan, banjir yang melanda beberapa bagian Bali tidak sampai berdampak signifikan terhadap kegiatan usaha hotel dan restoran di wilayah tersebut.
Banjir yang melanda Kota Denpasar dan beberapa bagian wilayah Bali pada 10 September 2025 menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali, bencana itu hingga Senin (15/9) telah menyebabkan 17 orang meninggal dan lima orang hilang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan perlunya pembenahan penanganan sampah dan peningkatan daya dukung lingkungan guna menekan risiko banjir di wilayah Bali.
- Pemprov Bali
- Destinasi Pariwisata
- Banjir di Bali
- Benahi Tata Ruang
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
PLN Sukses Kawal Keandalan Listrik di Balik Megahnya Konser The Weeknd di JIS.
-
Trump Desak Raksasa Minyak Turunkan Harga BBM
-
Norwegia Alokasikan Dana Kemanusiaan 13 Juta Dollar AS untuk Palestina
-
InJourney Airports Dukung dan Promosikan Festival Atraksi Budaya Daerah untuk Ciptaan Destinasi Wisata Baru di Indonesia
-
Prabowo Puji Kinerja Pramono, Beda Partai Tetap Bisa Kerja Sama Bangun Jakarta
-
Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis
-
Perluas Layanan Umrah Rombongan, Mulai 7 Agustus Empat Maskapai Beroperasi di Terminal Khusus Haji dan Umrah Bandara Soetta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.