Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Siapkan Sanksi Berat ke Moskow, Jika NATO Setop Beli Minyak Russia

📅 Senin, 15 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Siapkan Sanksi Berat ke Moskow, Jika NATO Setop Beli Minyak Russia Doc: Mandel NGAN/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Sabtu (13/9) waktu Washington mengatakan siap menjatuhkan sanksi berat terhadap Russia jika semua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setuju untuk berhenti membeli minyak Russia dan mengambil langkah serupa.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menulis: “SURAT YANG DIKIRIM OLEH PRESIDEN DONALD J. TRUMP KEPADA SEMUA NEGARA NATO DAN DUNIA”.

“Saya siap untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap Russia ketika semua negara NATO telah setuju, dan mulai untuk melakukan hal yang sama, dan ketika semua negara NATO BERHENTI MEMBELI MINYAK DARI RUSSIA,” tulisnya seperti dikutip dari Antara.

Dia menambahkan bahwa komitmen NATO untuk menghadapi Moskow jauh di bawah 100 persen,” dan menggambarkan pembelian minyak Russia yang terus menerus dilakukan oleh "beberapa pihak" sebagai hal yang "mengejutkan."

Dia juga mengusulkan agar NATO, sebagai sebuah kelompok, mengenakan tarif sebesar 50-100 persen terhadap Tiongkok, dengan alasan bahwa negara tersebut memiliki kendali yang kuat, dan bahkan cengkeraman, atas Russia. Dengan tarif yang kuat tersebut, otomatis akan mematahkan cengkeraman Russia.

“Ini bukan PERANG TRUMP (ini tidak akan pernah dimulai jika saya Presiden!), ini PERANG Biden dan Zelenskyy. Saya di sini hanya untuk membantu menghentikannya, dan menyelamatkan ribuan warga Russia dan Ukraina,” tulis Trump.

Trump sebelumnya mengancam sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak Russia jika tidak ada kemajuan untuk mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022.

Dia telah mengenakan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk barang-barang India, dengan alasan impor minyak Russia yang terus berlanjut.

Negara-negara G7 dan Uni Eropa memutuskan hubungan dagang dan memberlakukan batas harga minyak Russia, dan sebagai tanggapan, Russia meningkatkan penjualan minyak ke negara-negara seperti Tiongkok dan India.

Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara tersebut telah berjanji untuk menghentikan semua impor bahan bakar fosil Russia pada 2028.

Perundingan Mandek

Gedung Putih sebelumnya menyatakan siap melanjutkan sanksi tahap kedua ke Russia di tengah mandeknya perundingan damai untuk mengakhiri krisis Ukraina.

Saat ditanya oleh seorang reporter apakah dirinya siap untuk melanjutkan ke "tahap kedua terkait sanksi terhadap Russia, ketika bertolak dari Gedung Putih menuju New York, Trump menjawab, "Ya, saya siap." Namun, Trump tidak menjelaskan jawabannya lebih lanjut, demikian warta Xinhua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.