Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transformasi Pertanian Bukan Lagi Sawah, Tapi Hilirisasi

3 Senin, 15 Sep 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transformasi Pertanian Bukan Lagi Sawah, Tapi Hilirisasi Transformasi Pertanian Bukan Lagi Sawah, Tapi Hilirisasi Doc: ANTARA/ Rendra Oxtora
Ket. Ilustrasi - Transformasi di bidang pertanian di Kalbar dilakukan dengan penggunaan alsintan modern.

JAKARTA – Percepatan transformasi pertanian menjadi krusial untuk menjawab tantangan produktivitas, ketahanan pangan, dan daya saing di era modern.

Melalui adopsi teknologi, digitalisasi rantai pasok, serta penguatan kelembagaan petani, sektor ini dapat bergerak dari pola tradisional menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Transformasi yang cepat tidak hanya meningkatkan hasil dan kualitas produksi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas serta mengurangi ketergantungan pada impor pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan transformasi pertanian terus dipercepat mulai dari cetak sawah, optimalisasi lahan hingga hilirisasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Transformasi sektor pertanian akan terus dilakukan. Program strategis akan terus diakselerasi, mulai dari cetak sawah, optimalisasi lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, hilirisasi pertanian, hingga penguatan internal Kementerian Pertanian," kata Mentan dalam Rapat Kerja bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Senin (15/9).

Dalam rapat tersebut Mentan memaparkan capaian kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) sepanjang tahun 2025.

Dia menegaskan berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan lompatan besar, baik dari sisi produksi hingga kesejahteraan petani.

“Pertama, kita lihat (proyeksi) produksi khususnya beras hingga Oktober (2025) mencapai 31 juta ton. Ini proyeksi BPS. Estimasi kita 34 juta ton di 2025. Dan ini merupakan hasil kerja keras kita semua, termasuk support dari Komite II DPD RI,” ujar Mentan.

Dia juga memaparkan capaian cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia yang menembus di angka hingga 4,2 juta ton di tahun 2025. Angka itu merupakan stok tertinggi selama Indonesia merdeka.

Selain itu, Amran juga menyoroti peran pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB). Tercatat, pertanian menjadi sektor lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi di kuartal I tahun 2025, yaitu tumbuh hingga 10,52 persen (year on year).

Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan terbukti memberikan dampak bagi kesejahteraan petani. Hal ini tercermin dari nilai tukar petani (NTP) yang naik signifikan menjadi 123,57.

“PDB sektor pertanian tertinggi. Kita lihat juga kesejahteraan petani. Dulu periode pertama saya menjadi Menteri, NTP berkisar 98 hingga 106. Sekarang berada di posisi 123,57,” jelas Mentan.

Ia juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian Indonesia juga mendapat pengakuan internasional. The Food and Agriculture Organization (FAO) memproyeksi lompatan produksi pangan Indonesia mencapai 35,6 juta ton.

Sementara berdasarkan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat United States Department of Agriculture (USDA) memperkirakan total produksi beras Indonesia tahun ini akan mencapai 34,6 juta ton pada tahun 2025, melebihi target 32 juta ton serta menjadikannya tertinggi di kawasan ASEAN.

Secara internal, Kementan juga terus melakukan transformasi dan peningkatan kinerja. Mulai dari perolehan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), peningkatan nilai Reformasi Birokrasi (RB), maupun peningkatan Survei Penilaian Integrasi (SPI) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mentan Amran menekankan capaian di sektor pertanian tersebut merupakan hasil dari kerja semua pihak. Ia optimistis dengan sinergitas maka cita-cita swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat segera dicapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.